China Klaim Kantongi Bukti Virus Corona Berasal dari Makanan Beku Impor

Jum'at, 27 November 2020 - 01:51 WIB
loading...
China Klaim Kantongi...
China klaim kantongi bukti virus Corona berasal dari makanan beku impor. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BEIJING - Media pemerintah China mengklaim bahwa semua bukti yang tersedia menunjukkan virus Corona tidak berasal dari Wuhan tetapi datang ke negara itu melalui makanan beku yang diimpor.

"Semua bukti yang tersedia menunjukkan bahwa #Covid19 tidak dimulai di Wuhan di China tengah, tetapi kemungkinan masuk ke China melalui produk makanan beku impor dan kemasannya: ahlinya," tulis People’s Daily yang dikelola pemerintah China di akun Twitternya seperti dikutip dari Washington Examiner, Jumat (27/11/2020).

Klaim tersebut juga digaungkan oleh tabloid China Global Times, tetapi telah dibantah oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, yang mengatakan tidak ada "bukti" penanganan atau konsumsi makanan menularkan penyakit tersebut.



“Kapan dan di mana virus mulai beredar? Melacak virus tidak dapat menjawab semua pertanyaan, tetapi sangat mungkin bahwa virus itu telah hidup berdampingan di banyak tempat sebelum terlihat di Wuhan," kata Zeng Guang, mantan kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pengendalian Penyakit China, dalam artikel Global Times.

Sebagian besar ahli kesehatan telah menyimpulkan bahwa virus Corona berasal dari Wuhan, China, meskipun ada perselisihan di mana tepatnya wilayah penyebaran itu dimulai.

Namun, ada beberapa data yang menunjukkan bahwa virus itu ada di tempat lain lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan, termasuk sebuah penelitian yang dirilis minggu lalu yang menunjukkan bahwa virus itu beredar di Italia pada September 2019.(Baca juga: Covid-19 Muncul di Italia Oktober 2019, China Tolak Dicap Biang Keladi )

Platform media sosial Twitter telah dikritik sejak munculnya klaim China karena tidak memperingatkan pengguna tentang kemungkinan "kesalahan informasi" dengan cara yang mirip dengan cara perusahaan menangani kekhawatiran klaim virus Corona atau kecurangan pemilu.

“Tidak ada label misinformasi Twitter pada tweet ini,” kontributor Spectator Stephen L. Miller mentweet. "Sudah 14 jam," sambungnya.

“PKC perlu melangkah dengan hati-hati,” tulis penasihat keamanan nasional Senator Ted Cruz, Omri Ceren, merujuk pada Partai Komunis China.

"Jika mereka memposting omong kosong seperti ini 16 atau 17 kali lagi, mereka mungkin akan diberi tag oleh Twitter dengan label peringatan, mungkin," imbuhnya.

“Sejujurnya, mengapa ini tidak memiliki disclaimer dari Twitter?” Manajer media sosial Heritage Foundation Lyndsey Fifield mentweet.

"Ini bukan hanya cerita yang dibantah - ini adalah propaganda literal komunis China," cetusnya.(Baca juga: Virologi 'Bat Woman' Sebut Virus Corona Bukan dari Laboratorium Wuhan )

Twitter sendiri tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Washington Examiner.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Rupiah Hari Ini Terkapar...
Rupiah Hari Ini Terkapar ke Rp17.907 per Dolar AS, Analis Ungkap Sebabnya
Berita Terkini
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Infografis
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Peradaban Kuno di Planet Mars
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved