Jepang Luncurkan Kapal Fregat Siluman Terbaru
Sabtu, 21 November 2020 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Kumano juga membawa radar multi-fungsi Mitsubishi Electric OPY-2 yang kuat dan memiliki kemampuan untuk menyebarkan aset tak berawak di permukaan dan bawah permukaan.(Baca juga: Joe Biden Yakinkan Pemimpin Jepang, Korea Selatan, dan Australia )
Menurut Asahi, kapal tersebut hanya memiliki 90 awak berkat otomatisasi yang ekstensif. Itu setengah dari jumlah yang dibutuhkan untuk sebuah kapal perusak dan sepertiga yang dibutuhkan untuk kapal yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis. Media itu juga mencatat bahwa desain standar akan memungkinkan perotasian satu set kru yang terdiri dari empat orang untuk mengoperasikan salah satu kapal yang perlu dioperasikan, bukan satu kapal yang biasa mereka gunakan.
Kru yang lebih kecil berarti tuntutan personel yang lebih kecil, yang dibutuhkan Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF) dalam menghadapi jumlah perekrutan yang semakin berkurang. Sebuah laporan di London Times pada bulan Oktober mencatat MSDF telah gagal mencapai kuota perekrutan selama beberapa tahun terakhir, bahkan di tengah peningkatan batas usia maksimum dari 26 menjadi 32 tahun.
Menurut buku putih pertahanan, Tokyo telah memesan enam kapal 30FFM dan Kementerian Pertahanan Jepang sedang mencari dua kapal lagi. Tetapi pada akhirnya Negeri Matahari Terbit itu akan memiliki kebutuhan untuk total 22 kapal fregat. Secara kebetulan yang aneh, Kumano sebenarnya adalah kapal 30FFM kedua, sementara yang pertama masih dalam proses pembuatan.
Kumano diharapkan akan ditugaskan pada Maret 2022, di mana saat itu akan mulai patroli di Laut China Timur untuk memantau pergerakan kapal penangkap ikan China. Jepang semakin terlibat konflik China dalam beberapa tahun terakhir karena persaingan atas perairan perikanan yang subur. (Baca juga: Jepang-AS Latihan Perang Besar-besaran, Unjuk Kekuatan pada China )
Menurut Asahi, kapal tersebut hanya memiliki 90 awak berkat otomatisasi yang ekstensif. Itu setengah dari jumlah yang dibutuhkan untuk sebuah kapal perusak dan sepertiga yang dibutuhkan untuk kapal yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis. Media itu juga mencatat bahwa desain standar akan memungkinkan perotasian satu set kru yang terdiri dari empat orang untuk mengoperasikan salah satu kapal yang perlu dioperasikan, bukan satu kapal yang biasa mereka gunakan.
Kru yang lebih kecil berarti tuntutan personel yang lebih kecil, yang dibutuhkan Pasukan Bela Diri Maritim (MSDF) dalam menghadapi jumlah perekrutan yang semakin berkurang. Sebuah laporan di London Times pada bulan Oktober mencatat MSDF telah gagal mencapai kuota perekrutan selama beberapa tahun terakhir, bahkan di tengah peningkatan batas usia maksimum dari 26 menjadi 32 tahun.
Menurut buku putih pertahanan, Tokyo telah memesan enam kapal 30FFM dan Kementerian Pertahanan Jepang sedang mencari dua kapal lagi. Tetapi pada akhirnya Negeri Matahari Terbit itu akan memiliki kebutuhan untuk total 22 kapal fregat. Secara kebetulan yang aneh, Kumano sebenarnya adalah kapal 30FFM kedua, sementara yang pertama masih dalam proses pembuatan.
Kumano diharapkan akan ditugaskan pada Maret 2022, di mana saat itu akan mulai patroli di Laut China Timur untuk memantau pergerakan kapal penangkap ikan China. Jepang semakin terlibat konflik China dalam beberapa tahun terakhir karena persaingan atas perairan perikanan yang subur. (Baca juga: Jepang-AS Latihan Perang Besar-besaran, Unjuk Kekuatan pada China )
(ber)
Lihat Juga :