Digunakan untuk Kritik Pemerintah, Kepulauan Solomon Akan Larang Facebook
Selasa, 17 November 2020 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut media setempat, Solomon Times, Menteri Komunikasi Solomon Peter Shanel Agovaka adalah salah satu pendukung utama larangan tersebut. Ia menyahkan "bahasa kasar" dan "pembunuhan karakter" menteri pemerintah, termasuk perdana menteri, yang dilakukan di platform itu sebagai dasar dari keputusan tersebut.
Facebook adalah forum diskusi yang sangat populer di Kepulauan Solomon dengan populasi sekitar 650.000 orang yang tersebar di negara kepulauan yang luas. Pemerintah negara itu juga menggunakan Facebook untuk menyiarkan pidato perdana menteri dan menyebarkan informasi kesehatan selama pandemi.
Pemimpin oposisi Matthew Wale mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan menentang langkah tersebut.
"Politisi selalu khawatir tentang orang-orang yang memiliki akses ke informasi dan dapat mengekspresikan pandangan mereka secara bebas - itu benar-benar tidak bisa menjadi dasar untuk mengajukan larangan," kata Wale kepada Reuters melalui telepon.(Baca juga: Grup Facebook Stop the Steal Serukan 'Angkat Senjata' Jika Trump Kalah )
"Saya sama sekali tidak melihat pembenaran apa pun untuk larangan seperti itu," imbuhnya.
Facebook adalah forum diskusi yang sangat populer di Kepulauan Solomon dengan populasi sekitar 650.000 orang yang tersebar di negara kepulauan yang luas. Pemerintah negara itu juga menggunakan Facebook untuk menyiarkan pidato perdana menteri dan menyebarkan informasi kesehatan selama pandemi.
Pemimpin oposisi Matthew Wale mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan menentang langkah tersebut.
"Politisi selalu khawatir tentang orang-orang yang memiliki akses ke informasi dan dapat mengekspresikan pandangan mereka secara bebas - itu benar-benar tidak bisa menjadi dasar untuk mengajukan larangan," kata Wale kepada Reuters melalui telepon.(Baca juga: Grup Facebook Stop the Steal Serukan 'Angkat Senjata' Jika Trump Kalah )
"Saya sama sekali tidak melihat pembenaran apa pun untuk larangan seperti itu," imbuhnya.
(ber)
Lihat Juga :