PM Selandia Baru Bakal Melarang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial

Selasa, 06 Mei 2025 - 14:06 WIB
loading...
PM Selandia Baru Bakal...
PM Selandia Baru Christopher Luxon berencana melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Foto/Cook Center
A A A
WELLINGTON - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon berencana melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Tujuannya untuk melindungi anak-anak dari bahaya platform teknologi besar.

Saat ini, regulator di seluruh dunia bergulat dengan cara menjaga anak-anak tetap aman saat online karena media sosial semakin dibanjiri konten kekerasan dan mengganggu.

PM Luxon telah meluncurkan rancangan undang-undang (RUU) yang akan memaksa perusahaan media sosial untuk memverifikasi pengguna berusia minimal 16 tahun, atau menghadapi denda hingga NZD2 juta (Rp19,6 miliar).

Larangan yang diusulkan tersebut dimodelkan berdasarkan undang-undang ketat yang baru-baru ini disahkan oleh Australia, yang berada di garis depan upaya global untuk mengatur media sosial.

Baca Juga: Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Bermain Sosmed

"Sudah saatnya Selandia Baru mengakui bahwa, terlepas dari semua hal baik yang datang dari media sosial, media sosial tidak selalu menjadi tempat yang aman bagi kaum muda kita," kata Luxon kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/5/2025).

"Sudah saatnya kita memberikan tanggung jawab kepada platform-platform ini untuk melindungi anak-anak yang rentan dari konten yang berbahaya, perundungan siber, dan eksploitasi," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menilai Rapor Australia...
Menilai Rapor Australia dalam Kebijakan Pelarangan Media Sosial
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Tren Larangan Akses...
Tren Larangan Akses Media Sosial untuk Anak-Anak Menyebar ke Penjuru Dunia
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Manusia Pertama yang...
Manusia Pertama yang Mencapai 1 Miliar Followers di Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved