Kabar Gembira! Vaksin Covid-19 Moderna Beri Proteksi Hampir 95%
Selasa, 17 November 2020 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Hanya lima kasus COVID-19 terjadi pada orang yang diberi vaksin, 90 orang yang hanya diberi suntikan tiruan terkena COVID-19. Perusahaan mengatakan vaksin tersebut mampu melindungi 94,5% orang.
Data juga menunjukkan ada 11 kasus COVID-19 parah dalam uji coba, namun tidak ada yang terjadi pada orang yang diimunisasi.
"Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini hari yang luar biasa," ungkap Tal Zaks, kepala petugas medis di Moderna, pada BBC News.
Dr Stephen Hoge, presiden perusahaan, mengatakan dia "semringah sebentar" ketika hasilnya masuk.
"Saya kira tidak ada dari kami yang benar-benar berharap vaksin itu 94% efektif mencegah penyakit Covid-19, itu benar-benar realisasi yang menakjubkan," tutur dia.
Kapan vaksin itu bisa diperoleh? Itu tergantung di mana Anda berada di dunia ini dan berapa usia Anda.
Moderna mengatakan mereka akan mengajukan untuk regulator di AS dalam beberapa pekan mendatang. Perusahaan berharap memiliki 20 juta dosis di AS.
Perusahaan berharap memiliki hingga satu miliar dosis untuk digunakan di penjuru dunia tahun depan dan berencana meminta persetujuan di negara lain juga.
Data juga menunjukkan ada 11 kasus COVID-19 parah dalam uji coba, namun tidak ada yang terjadi pada orang yang diimunisasi.
"Efektivitas keseluruhannya luar biasa. Ini hari yang luar biasa," ungkap Tal Zaks, kepala petugas medis di Moderna, pada BBC News.
Dr Stephen Hoge, presiden perusahaan, mengatakan dia "semringah sebentar" ketika hasilnya masuk.
"Saya kira tidak ada dari kami yang benar-benar berharap vaksin itu 94% efektif mencegah penyakit Covid-19, itu benar-benar realisasi yang menakjubkan," tutur dia.
Kapan vaksin itu bisa diperoleh? Itu tergantung di mana Anda berada di dunia ini dan berapa usia Anda.
Moderna mengatakan mereka akan mengajukan untuk regulator di AS dalam beberapa pekan mendatang. Perusahaan berharap memiliki 20 juta dosis di AS.
Perusahaan berharap memiliki hingga satu miliar dosis untuk digunakan di penjuru dunia tahun depan dan berencana meminta persetujuan di negara lain juga.
Lihat Juga :