Kabar Gembira! Vaksin Covid-19 Moderna Beri Proteksi Hampir 95%
Selasa, 17 November 2020 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Inggris masih bernegosiasi dengan Moderna karena vaksin mereka bukan salah satu dari enam vaksin yang sudah dipesan. Dilaporkan, vaksin Moderna tidak akan tersedia sebelum musim semi tahun depan.
Inggris telah menguraikan rencana yang memprioritaskan orang tertua untuk imunisasi.
Apa yang tidak kita ketahui? Kita masih belum tahu berapa lama kekebalan akan bertahan karena relawan harus dipantau lebih lama lagi sebelum pertanyaan itu bisa dijawab.
Ada petunjuk bahwa vaksin itu menawarkan perlindungan pada kelompok usia yang lebih tua, yang paling berisiko meninggal akibat Covid, tetapi tidak ada data lengkap.
Apakah ada efek sampingnya? Tidak ada masalah keamanan yang signifikan yang dilaporkan, tetapi tidak ada obat mana pun yang 100% aman, termasuk parasetamol.
Muncul gejala berupa kelelahan yang berlangsung singkat, sakit kepala dan nyeri setelah injeksi vaksin COVID-19 pada beberapa pasien.
"Efek ini adalah apa yang kita harapkan dengan vaksin yang bekerja dan memicu respons kekebalan yang baik," ujar Prof Peter Openhaw, dari Imperial College London.
Inggris telah menguraikan rencana yang memprioritaskan orang tertua untuk imunisasi.
Apa yang tidak kita ketahui? Kita masih belum tahu berapa lama kekebalan akan bertahan karena relawan harus dipantau lebih lama lagi sebelum pertanyaan itu bisa dijawab.
Ada petunjuk bahwa vaksin itu menawarkan perlindungan pada kelompok usia yang lebih tua, yang paling berisiko meninggal akibat Covid, tetapi tidak ada data lengkap.
Apakah ada efek sampingnya? Tidak ada masalah keamanan yang signifikan yang dilaporkan, tetapi tidak ada obat mana pun yang 100% aman, termasuk parasetamol.
Muncul gejala berupa kelelahan yang berlangsung singkat, sakit kepala dan nyeri setelah injeksi vaksin COVID-19 pada beberapa pasien.
"Efek ini adalah apa yang kita harapkan dengan vaksin yang bekerja dan memicu respons kekebalan yang baik," ujar Prof Peter Openhaw, dari Imperial College London.
(sya)
Lihat Juga :