4 Hal Ini Bisa Dilakukan Trump Setelah Lengser Presiden, Ada Sedihnya
Rabu, 11 November 2020 - 15:43 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump bersama sejumlah warga kulit hitam. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Donald Trump akan tetap menjabat hingga 20 Januari, saat dia menyerahkan pekerjaan itu kepada penggantinya dan bergabung klub eksklusif mantan presiden Amerika Serikat (AS).
Lantas apa yang akan dilakukan Trump selanjutnya?
Ada pilihan untuk menjadi pembicara, menulis memoar, dan membuat perpustakaan presiden.
Mantan Presiden AS Jimmy Carter memilih kegiatan kemanusiaan, dan George W Bush melukis. Tapi Trump tidak pernah menjadi politisi pada umumnya. (Baca Juga: Biden: Tak Ada yang Akan Hentikan Transisi Kekuasaan di AS)
"Donald Trump telah mematahkan banyak norma sebagai presiden," ungkap Tim Calkins, profesor marketing di Sekolah Manajemen Kellogg Universitas Northwestern. (Lihat Infografis: Penuh Rintangan, Bisakah Joe Biden Menjadi Presiden Hebat?)
"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa Donald Trump akan bertindak seperti mantan presiden mana pun yang pernah kita lihat," ujar dia. (Lihat Video: Terkait Status Habib Rizieq, Ini Penjelasan Polisi)
Berikut beberapa kemungkinan yang akan dilakukan Trump setelah tinggalkan Gedung Putih.
Pertama, Dia Bisa Mencalonkan Lagi
Ini mungkin bukan akhir dari ambisi politik Trump dan dia dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.
Dia bisa meniru Grover Cleveland, satu-satunya presiden AS yang meninggalkan Gedung Putih dan kembali empat tahun kemudian, menjabat pada 1885 dan kemudian kembali pada 1893.
Konstitusi AS menetapkan, "Tidak ada orang yang akan dipilih untuk jabatan Presiden lebih dari dua kali" tetapi tidak ada istilah harus berturut-turut.
Dan mantan ajudannya menyatakan Trump mungkin berusaha melakukan hal itu. "Saya benar-benar akan memasukkannya ke dalam daftar orang-orang yang kemungkinan akan mencalonkan diri pada 2024," ujar mantan kepala staf Trump, Mick Mulvaney, baru-baru ini.
Trump jelas menyukai kampanye dan dia menerima 71,5 juta suara dalam pemilu 2020, rekor total tertinggi untuk kandidat yang kalah. Jumlah itu jelas menunjukkan basis dukungan yang besar di antara publik Amerika.
"Dia akan meninggalkan kursi kepresidenan dengan brand yang dalam beberapa hal sama kuatnya dengan saat dia menjadi presiden," ujar Prof Calkins, dilansir BBC.
Ada juga spekulasi bahwa putra tertua presiden, Donald Trump Jr, tertarik mencalonkan diri untuk jabatan puncak.
Kedua, Menyelamatkan Kerajaan Bisnisnya
Lantas apa yang akan dilakukan Trump selanjutnya?
Ada pilihan untuk menjadi pembicara, menulis memoar, dan membuat perpustakaan presiden.
Mantan Presiden AS Jimmy Carter memilih kegiatan kemanusiaan, dan George W Bush melukis. Tapi Trump tidak pernah menjadi politisi pada umumnya. (Baca Juga: Biden: Tak Ada yang Akan Hentikan Transisi Kekuasaan di AS)
"Donald Trump telah mematahkan banyak norma sebagai presiden," ungkap Tim Calkins, profesor marketing di Sekolah Manajemen Kellogg Universitas Northwestern. (Lihat Infografis: Penuh Rintangan, Bisakah Joe Biden Menjadi Presiden Hebat?)
"Tidak ada alasan untuk berpikir bahwa Donald Trump akan bertindak seperti mantan presiden mana pun yang pernah kita lihat," ujar dia. (Lihat Video: Terkait Status Habib Rizieq, Ini Penjelasan Polisi)
Berikut beberapa kemungkinan yang akan dilakukan Trump setelah tinggalkan Gedung Putih.
Pertama, Dia Bisa Mencalonkan Lagi
Ini mungkin bukan akhir dari ambisi politik Trump dan dia dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.
Dia bisa meniru Grover Cleveland, satu-satunya presiden AS yang meninggalkan Gedung Putih dan kembali empat tahun kemudian, menjabat pada 1885 dan kemudian kembali pada 1893.
Konstitusi AS menetapkan, "Tidak ada orang yang akan dipilih untuk jabatan Presiden lebih dari dua kali" tetapi tidak ada istilah harus berturut-turut.
Dan mantan ajudannya menyatakan Trump mungkin berusaha melakukan hal itu. "Saya benar-benar akan memasukkannya ke dalam daftar orang-orang yang kemungkinan akan mencalonkan diri pada 2024," ujar mantan kepala staf Trump, Mick Mulvaney, baru-baru ini.
Trump jelas menyukai kampanye dan dia menerima 71,5 juta suara dalam pemilu 2020, rekor total tertinggi untuk kandidat yang kalah. Jumlah itu jelas menunjukkan basis dukungan yang besar di antara publik Amerika.
"Dia akan meninggalkan kursi kepresidenan dengan brand yang dalam beberapa hal sama kuatnya dengan saat dia menjadi presiden," ujar Prof Calkins, dilansir BBC.
Ada juga spekulasi bahwa putra tertua presiden, Donald Trump Jr, tertarik mencalonkan diri untuk jabatan puncak.
Kedua, Menyelamatkan Kerajaan Bisnisnya
Lihat Juga :