4 Hal Ini Bisa Dilakukan Trump Setelah Lengser Presiden, Ada Sedihnya
Rabu, 11 November 2020 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum menjadi politisi, Trump adalah maestro real estate, bintang reality televisi, dan duta mereknya sendiri, menggunakan namanya untuk berbagai kesepakatan lisensi yang menguntungkan.
Dia mungkin tertarik melanjutkan apa yang dia tinggalkan empat tahun lalu dan kembali ke dunia bisnis.
The New York Times telah melaporkan Trump memiliki lebih dari USD400 juta pinjaman yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun mendatang, meskipun dia mengatakan itu hanya "bagian kecil" dari kekayaan bersihnya.
Trump Organization memiliki banyak hotel dan lapangan golf.
Ada properti bermerek Trump di Mumbai, Istanbul, dan Filipina, dan tentu saja Washington DC. Ada juga lapangan golf di AS, Inggris, Dubai, dan Indonesia.
Tetapi jika itu yang dipilih presiden pada Januari, dia akan memiliki banyak pekerjaan di depannya.
Banyak dari usaha bisnisnya berada di industri perjalanan dan rekreasi, yang terkena dampak pandemi virus corona.
Forbes telah melaporkan kekayaannya bisa berkurang USD1 miliar karena terpukul pandemi Covid-19.
Berdasarkan dokumen pajak selama dua dekade yang dilihat New York Times, surat kabar itu juga melaporkan "kerugian kronis dan tahun-tahun penghindaran pajak".
New York Times mengatakan Trump tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun sebelumnya. "Sebagian besar karena dia melaporkan kerugian lebih banyak daripada uang yang dia hasilkan," papar laporan Times.
Trump Organization dan Trump mengkritik laporan New York Times itu tidak akurat.
Calkins mengatakan presiden telah membuktikan berkali-kali bahwa dia memiliki kemampuan luar biasa untuk mempertahankan brandnya "dalam percakapan" dan itu tetap kuat oleh kepresidenan.
"Ini menjadi lebih dari polarisasi dan jauh lebih khas, yang dalam beberapa hal membuatnya kurang menarik sebagai brand bisnis," ujar dia.
"Sekarang jika Anda akan mengadakan pernikahan di hotel Trump, itu benar-benar membuat pernyataan, itu tidak terjadi sebelum kepresidenan," tutur dia.
Ketiga, Menjadi Seorang Maestro Media
Presiden Trump tidak asing dengan televisi, setelah meluncurkan reality show The Apprentice.
Ada banyak spekulasi bahwa ambisinya adalah terlibat di media berita, baik dengan meluncurkan salurannya sendiri atau bekerja sama dengan jaringan konservatif yang mapan.
Dia mungkin tertarik melanjutkan apa yang dia tinggalkan empat tahun lalu dan kembali ke dunia bisnis.
The New York Times telah melaporkan Trump memiliki lebih dari USD400 juta pinjaman yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun mendatang, meskipun dia mengatakan itu hanya "bagian kecil" dari kekayaan bersihnya.
Trump Organization memiliki banyak hotel dan lapangan golf.
Ada properti bermerek Trump di Mumbai, Istanbul, dan Filipina, dan tentu saja Washington DC. Ada juga lapangan golf di AS, Inggris, Dubai, dan Indonesia.
Tetapi jika itu yang dipilih presiden pada Januari, dia akan memiliki banyak pekerjaan di depannya.
Banyak dari usaha bisnisnya berada di industri perjalanan dan rekreasi, yang terkena dampak pandemi virus corona.
Forbes telah melaporkan kekayaannya bisa berkurang USD1 miliar karena terpukul pandemi Covid-19.
Berdasarkan dokumen pajak selama dua dekade yang dilihat New York Times, surat kabar itu juga melaporkan "kerugian kronis dan tahun-tahun penghindaran pajak".
New York Times mengatakan Trump tidak membayar pajak penghasilan sama sekali dalam 10 dari 15 tahun sebelumnya. "Sebagian besar karena dia melaporkan kerugian lebih banyak daripada uang yang dia hasilkan," papar laporan Times.
Trump Organization dan Trump mengkritik laporan New York Times itu tidak akurat.
Calkins mengatakan presiden telah membuktikan berkali-kali bahwa dia memiliki kemampuan luar biasa untuk mempertahankan brandnya "dalam percakapan" dan itu tetap kuat oleh kepresidenan.
"Ini menjadi lebih dari polarisasi dan jauh lebih khas, yang dalam beberapa hal membuatnya kurang menarik sebagai brand bisnis," ujar dia.
"Sekarang jika Anda akan mengadakan pernikahan di hotel Trump, itu benar-benar membuat pernyataan, itu tidak terjadi sebelum kepresidenan," tutur dia.
Ketiga, Menjadi Seorang Maestro Media
Presiden Trump tidak asing dengan televisi, setelah meluncurkan reality show The Apprentice.
Ada banyak spekulasi bahwa ambisinya adalah terlibat di media berita, baik dengan meluncurkan salurannya sendiri atau bekerja sama dengan jaringan konservatif yang mapan.
Lihat Juga :