Dubes Meksiko untuk AS Sebut Biden ‘Prospektif’ Presiden Terpilih

Rabu, 11 November 2020 - 13:38 WIB
loading...
Dubes Meksiko untuk...
Dubes Meksiko untuk AS Martha Barcena. Foto/The Standard
A A A
WASHINGTON - Duta Besar (Dubes) Meksiko untuk Amerika Serikat (AS) Martha Barcena menyebut Joe Biden sebagai "prospektif" Presiden terpilih. Pernyataan itu mengindikasikan sedikit pergeseran posisi setelah pemerintah Meksiko mengatakan terlalu dini untuk mengakui Biden sebagai pemenang pemilu AS.

Duta Besar Martha Barcena mengunggah serangkaian tweet di Twitter berjudul "Posisi Pemerintah Meksiko" yang berisi bahasa baru. Tidak jelas apakah pilihan kata tersebut mengisyaratkan perubahan sikap resmi Meksiko.

Biden dari Partai Demokrat mengamankan Gedung Putih dengan memenangkan Pennsylvania pada Sabtu, tetapi Presiden Donald Trump masih menolak mengakui kekalahannya.



Trump mengajukan tuntutan hukum di beberapa negara bagian untuk mempertahankan kekuasaan dengan menyebut surat suara "ilegal". Pejabat negara bagian mengatakan tidak ada kejanggalan yang signifikan dalam pemilu 3 November. (Baca Juga: Biden: Tak Ada yang Akan Hentikan Transisi Kekuasaan di AS)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Meksiko tidak memberikan komentar khusus atas pernyataan duta besar tersebut. Pejabat Kemlu mengatakan pernyataan itu dikeluarkan oleh kedutaan besar. (Lihat Infografis: Penuh Rintangan, Bisakah Joe Biden Menjadi Presiden Hebat?)

Menanggapi pertanyaan dari pengguna Twitter, Barcena kemudian memberikan beberapa sinonim untuk kata "prospektif". (Lihat Video: Terkait Status Habib Rizieq, Ini Penjelasan Polisi)

“Prospektif bisa diterjemahkan dalam beberapa cara, bisa salah satunya, kemungkinan, akhirnya, masa depan,” ujar dia dalam tweet.

Dubes Meksiko untuk AS Sebut Biden ‘Prospektif’ Presiden Terpilih


Sejauh ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menahan diri dengan tidak memberi selamat kepada Biden karena memenangkan pemilu. Meski demikian, para pemimpin pemerintahan di banyak negara telah mengucapkan selamat dan harapannya pada Biden.

"Posisi prinsip ini menggarisbawahi penghormatan terhadap sistem dan institusi politik AS serta untuk Partai Demokrat dan Republik serta untuk Presiden Donald Trump dan prospektif Presiden terpilih Joseph Biden," ungkap Barcena.

“Meksiko siap terlibat dalam semangat konstruktif dengan pemerintahan AS di masa depan, berdasarkan ikatan persahabatan dan tetangga abadi yang mengikat kedua negara kita,” papar dia.

Lopez Obrador menegaskan kembali bahwa dia tidak akan mengakui pemenang pemilu AS sampai sengketa hukum selesai. Dia menegaskan tidak punya masalah dengan Biden.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Incar 3 Periode, Trump:...
Incar 3 Periode, Trump: Saya Tidak Bercanda
Trump Cabut Izin Keamanan...
Trump Cabut Izin Keamanan bagi Harris, Clinton, dan Keluarga Biden
Gedung Putih Tuding...
Gedung Putih Tuding Biden Penyebab Krisis Telur Mahal di AS
Trump Disebut akan Mencalonkan...
Trump Disebut akan Mencalonkan Diri Lagi pada Pemilu 2028
Efisiensi, Trump Cabut...
Efisiensi, Trump Cabut Perlindungan Secret Service AS untuk Anak-anak Biden
Siapa Caro Quintero?...
Siapa Caro Quintero? Bos Kartel Narkoba Meksiko yang Dikirim ke Penjara AS
5 Kartel Narkoba Meksiko...
5 Kartel Narkoba Meksiko Paling Brutal
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Gempa Tembus 3000 Orang, Pemimpin Junta Militer Tinggalkan Myanmar
Daftar Lengkap Negara...
Daftar Lengkap Negara Dikenakan Tarif Masuk oleh Trump, Paling Tinggi Kamboja 49 Persen
Rekomendasi
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
Mega Perintahkan Kepala...
Mega Perintahkan Kepala Daerah PDIP Ikut Retreat Gelombang Kedua jika Absen pada Gelombang Pertama
Elon Musk Tegaskan Akan...
Elon Musk Tegaskan Akan Bertahan di Gedung Putih hingga Misi DOGE Tuntas
Berita Terkini
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
44 menit yang lalu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
1 jam yang lalu
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
2 jam yang lalu
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
3 jam yang lalu
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
4 jam yang lalu
Senator AS Pecahkan...
Senator AS Pecahkan Rekor Mencela Trump dengan Pidato 25 Jam Non-Stop
5 jam yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved