Pompeo: AS Setujui Penjualan 50 Jet Tempur Siluman F-35 ke UEA
Rabu, 11 November 2020 - 01:14 WIB
loading...
Pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning II Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui penjualan paket peralatan pertahanan canggih senilai USD23,37 miliar ke Uni Emirat Arab (UEA). Hal tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.
Paket peralatan pertahanan yang dijual termasuk 50 unit jet tempur siluman F-35 Lightning II , 18 unit MQ-9B Unmanned Aerial Systems (UAS), serta amunisi air-to-air (udara-ke-udara) dan air-to-ground (udara-ke-darat).
"Hari ini, Amerika Serikat memberi tahu Kongres tentang usulan pembelian pesawat tempur F-35, MQ-9B UAS, dan amunisi senilai USD23,37 miliar untuk mencegah dan mempertahankan ancaman yang meningkat dari Iran setelah Abraham Accords yang bersejarah," tulis Pompeo di Twitter, Rabu (11/11/2020). Abraham Accords adalah perjanjian normalisasi hubungan antara UEA dengan Israel. (Baca: Penasihat Biden: Jet Tempur Siluman F-35 Hanya untuk Israel )
Sebelum pengumuman Pompeo keluar,The Washington Post melaporkan administrasi Trump telah secara resmi memberi tahu Kongres Amerika Serikat (AS) tentang niatnya untuk menjual puluhan jet tempur siluman F-35 dan perangkat keras militer lainnya ke Uni Emirat Arab.
Kesepakatan untuk UEA untuk memperoleh jet tempur F-35 telah menimbulkan kekhawatiran di pihak Israel bahwa hal itu akan mengikis keunggulan militer regional negara Yahudi tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuai kritik karena diduga mengizinkannya dalam konteks normalisasi Israel dengan UEA.
Jika para anggota Kongres AS menentang kesepakatan itu, mereka memiliki waktu 30 hari untuk menghasilkan resolusi guna memblokir penjualan, meskipun dua pertiga dari anggota Kongres akan diperlukan untuk mengesampingkan veto presiden.
Paket peralatan pertahanan yang dijual termasuk 50 unit jet tempur siluman F-35 Lightning II , 18 unit MQ-9B Unmanned Aerial Systems (UAS), serta amunisi air-to-air (udara-ke-udara) dan air-to-ground (udara-ke-darat).
"Hari ini, Amerika Serikat memberi tahu Kongres tentang usulan pembelian pesawat tempur F-35, MQ-9B UAS, dan amunisi senilai USD23,37 miliar untuk mencegah dan mempertahankan ancaman yang meningkat dari Iran setelah Abraham Accords yang bersejarah," tulis Pompeo di Twitter, Rabu (11/11/2020). Abraham Accords adalah perjanjian normalisasi hubungan antara UEA dengan Israel. (Baca: Penasihat Biden: Jet Tempur Siluman F-35 Hanya untuk Israel )
Sebelum pengumuman Pompeo keluar,The Washington Post melaporkan administrasi Trump telah secara resmi memberi tahu Kongres Amerika Serikat (AS) tentang niatnya untuk menjual puluhan jet tempur siluman F-35 dan perangkat keras militer lainnya ke Uni Emirat Arab.
Kesepakatan untuk UEA untuk memperoleh jet tempur F-35 telah menimbulkan kekhawatiran di pihak Israel bahwa hal itu akan mengikis keunggulan militer regional negara Yahudi tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuai kritik karena diduga mengizinkannya dalam konteks normalisasi Israel dengan UEA.
Jika para anggota Kongres AS menentang kesepakatan itu, mereka memiliki waktu 30 hari untuk menghasilkan resolusi guna memblokir penjualan, meskipun dua pertiga dari anggota Kongres akan diperlukan untuk mengesampingkan veto presiden.
Lihat Juga :