Bisakah Jadi Presiden Hebat?
Selasa, 10 November 2020 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Karier Biden yang panjang di Kongres bisa menjadi aset utamanya. Itu dikarenakan dia sudah terbiasa dengan konteks “kita” dibandingkan “saya” sebagai anggota parlemen. “Jika Biden mampu menempatkan dirinya sebagai broker ideologi, dibandingkan membangun ideologi; dan jika dia mampu memulihkan Washington dengan insting penuh tanggung jawab dibandingkan insting membangun konflik; itu akan menjadi formula bagi Biden untuk menjadi presiden yang hebat,” ungkap Harris. Dia pun akan mengubah cara orang berpikir tentang Gedung Putih dan mengubah cara orang AS melihat negaranya.
Dalam pandangan Sidney Milkis, pakar kepresidenan AS dari Universitas Virginia, presiden hebat merupakan pusat pengembangan tatanan politik baru yakni filosofi baru, serangkaian pengaturan institusi, dan serangkaian kebijakan baru. “Biden memiliki kesempatan tersebut dengan menemukan model baru kepresidenan,” katanya.
Biden menampilkan dirinya sebagai presiden yang berbeda dari Trump. Selama ini Trump dianggap sebagai presiden yang memiliki personalitas berbahaya. Biden menampilkan diri sebagai antidote dari Trump. Karakter itu bukan dibentuk dalam hitungan beberapa tahun terakhir, melainkan Biden memang sudah memiliki karakter kuat yang sudah dikenal publik sejak lama. “AS akan mencari kepemimpinan yang normal yang fokus untuk membangun koalisi,” kata Milkis. (Baca juga: Biden Mulai Transisi Kekuasaan, Trump Tetap Menolak Kalah)
Bernasib seperti Jimmy Carter
Apa yang dilakukan Biden nanti juga disamakan dengan Jimmy Carter. Kenapa? Seperti Carter yang juga memiliki posisi yang sama untuk memperbaiki AS karena kepresidenan demistifikasi dan politik agitasi Richard Nixon. “Pekerjaan Carter sebagai penyembuh dan menjadi penyembuh juga memiliki pendekatan dengan kerendahan hati,” kata Alter. Biden juga harus memperbaiki AS dari kepemimpinan arogan dan antisains ala Trump.
Hubungan Kongres yang buruk dan ekonomi yang melemah juga menjadi beban berat pada kepemimpinan Carter. Sedangkan Biden juga fokus untuk membangkitkan ekonomi dan memulihkan pandemi korona. Tentunya Biden juga harus menghindari kepresidenannya dari segala skandal dan trauma. Biden menjadi harapan dan prospek bagi politik AS lebih baik dari sebelumnya. (Lihat videonya: Jelang Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air)
“ Biden merupakan mensch (orang sejati dan luhur), dan kita membutuhkan mensch di Gedung Putih,” kata Steve Rabinowitz, pendiri Bluelight Strategies, lembaga firma hubungan publik di Washington. “Bagi Biden, semua orang seharusnya diperlakukan dengan semangat, dan dibantu dengan basis keramahan dan kasih sayang,” ucapnya. (Andika H Mustaqim)
Dalam pandangan Sidney Milkis, pakar kepresidenan AS dari Universitas Virginia, presiden hebat merupakan pusat pengembangan tatanan politik baru yakni filosofi baru, serangkaian pengaturan institusi, dan serangkaian kebijakan baru. “Biden memiliki kesempatan tersebut dengan menemukan model baru kepresidenan,” katanya.
Biden menampilkan dirinya sebagai presiden yang berbeda dari Trump. Selama ini Trump dianggap sebagai presiden yang memiliki personalitas berbahaya. Biden menampilkan diri sebagai antidote dari Trump. Karakter itu bukan dibentuk dalam hitungan beberapa tahun terakhir, melainkan Biden memang sudah memiliki karakter kuat yang sudah dikenal publik sejak lama. “AS akan mencari kepemimpinan yang normal yang fokus untuk membangun koalisi,” kata Milkis. (Baca juga: Biden Mulai Transisi Kekuasaan, Trump Tetap Menolak Kalah)
Bernasib seperti Jimmy Carter
Apa yang dilakukan Biden nanti juga disamakan dengan Jimmy Carter. Kenapa? Seperti Carter yang juga memiliki posisi yang sama untuk memperbaiki AS karena kepresidenan demistifikasi dan politik agitasi Richard Nixon. “Pekerjaan Carter sebagai penyembuh dan menjadi penyembuh juga memiliki pendekatan dengan kerendahan hati,” kata Alter. Biden juga harus memperbaiki AS dari kepemimpinan arogan dan antisains ala Trump.
Hubungan Kongres yang buruk dan ekonomi yang melemah juga menjadi beban berat pada kepemimpinan Carter. Sedangkan Biden juga fokus untuk membangkitkan ekonomi dan memulihkan pandemi korona. Tentunya Biden juga harus menghindari kepresidenannya dari segala skandal dan trauma. Biden menjadi harapan dan prospek bagi politik AS lebih baik dari sebelumnya. (Lihat videonya: Jelang Kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air)
“ Biden merupakan mensch (orang sejati dan luhur), dan kita membutuhkan mensch di Gedung Putih,” kata Steve Rabinowitz, pendiri Bluelight Strategies, lembaga firma hubungan publik di Washington. “Bagi Biden, semua orang seharusnya diperlakukan dengan semangat, dan dibantu dengan basis keramahan dan kasih sayang,” ucapnya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :