Menunggu Peran Biden Sebagai Penyelamat

Senin, 09 November 2020 - 06:09 WIB
loading...
A A A
Biden berusaha memobilisasi inovasi dan industri untuk menjadi masa depan merupakan “buatan AS” dan semuanya menyangkut AS. Itu bertujuan agar AS tidak tergantung dengan pasokan barang dari luar negeri yang bisa menyebabkan krisis di masa depan. AS akan membangun basis industri yang menunjang jaringan pemasaran untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Visi menjadi penyelamat dunia juga menjadi ambisi Biden. Itu seiring dengan ideologi globalisme atau internasionalisme yang memang identik dengan Partai Demokrat. Pandangan ini sangat bertentangan dengan pendekatan nasionalisme dan patriotisme yang diusung Trump dan Partai Republik.

Dengan pendekatan globalisme, Biden akan mengubah kebijakan Trump yang mengisolasi AS dari sekutu dan pergaulan internasional. Biden akan mengajak aliansinya bersatu dan bergerak bersama dalam menangani krisis global. Nah, Biden akan menempatkan dirinya sebagai pemimpin aliansi tersebut dengan menyebutkan dirinya sebagai penyelamat.

Biden akan membalikkan kebijakan Trump terutama dengan kembali menjadi anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dia juga akan menjadikan AS kembali ke Kesepakatan Iklim Paris yang dulu dicapai pada pemerintahan Barack Obama. AS juga akan kembali ikut dalam Kesepakatan Nuklir Iran. Dia juga akan menghubungi semua aliansinya untuk membangun kredibilitas AS di luar negeri. (Baca juga: Penyakit Penyerta Covid-19 Perlu Diwaspadai)

Janji Sembuhkan Polarisasi dan Perpecahan AS

Kemarin Joe Biden mendeklarasikan bahwa saat ini adalah waktu untuk menyembuhkan Amerika yang terpecah. Itu disampaikan pada pidato pertama setelah dinyatakan menang pada pemilu yang sengit saat Presiden Donald Trump menolak mengakuinya dan menempuh jalur hukum untuk melawan hasil pemilu.

Kemenangan Biden itu setelah penghitungan di Pennsylvania menjadikan perolehan suara elektoralnya lebih dari batas ambang kemenangan yakni 270. Itu terjadi setelah empat hari penuh ketegangan dan mengakibatkan pendukungnya turun ke jalanan sebagai bentuk perayaan.

BBC memproyeksikan Biden menang di negara bagian kunci, Pennsylvania, yang mengantarkannya ke perolehan suara elektoral sebanyak 273 - melebihi batas minimal 270 yang diperlukan untuk menuju Gedung Putih. Biden dari Partai Demokrat juga dipastikan menang di Nevada, negara dengan enam suara elektoral dan sejauh ini total dia meraih 279 elektoral. (Baca juga: Kemendagri: Perusahaan Fintech Wajib Lindungi Data Pribadi)

Nevada selalu memilih untuk Demokrat sejak 1992, namun mendukung George W Bush dari Partai Republik pada 2000 dan 2004. Proyeksi CNN juga menyebutkan Biden meraih 279 suara dan Trump hanya 214 suara elektoral. Sedangkan proyeksi Fox News justru menempatkan Biden dengan 290 suara elektoral dan Trump meraih 214 suara.

“Rakyat bangsa ini telah bicara. Mereka mengirimkan pesan kemenangan yang nyata, kemenangan yang menakjubkan,” kata Biden saat berpidato di rumahnya di Wilmington, Delaware, Sabtu (8/10) waktu setempat, dilansir Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Respons Donald Trump...
Respons Donald Trump usai Gambarnya sebagai Paus Viral
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved