Swiss Sebut Ancaman Teroris di Negaranya Cukup Tinggi
Rabu, 04 November 2020 - 20:51 WIB
loading...
Badan keamanan Swiss menuturkan ancaman teroris di Swiss tetap tinggi, tetapi tidak ada informasi mengenai serangan yang sebenarnya. Foto/REUTERS
A
A
A
BERN - Ancaman teroris di Swiss tetap tinggi, tetapi tidak ada informasi mengenai serangan yang sebenarnya. Hal itu diungkapkan Isabelle Graber, juru bicara Federal Intelligence Service (FIS) Swiss.
Graber mengatakan, serangan yang terjadi di Wina, Austria dan Nice, Prancis semakin memperkuat perkiraan Swiss, bahwa ancaman akan serangan teroris masih cukup tinggi. ( Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Teroris di Wina )
"Serangan di Wina dan Nice mengkonfirmasi perkiraan Badan Intelijen Federal. Ancaman teroris di Swiss tetap tinggi. Saat ini, intelijen tidak memiliki informasi spesifik tentang kemungkinan serangan di Swiss," kata Graber, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/11/2020).
Menurut Graber, tindakan kekerasan yang terisolasi mungkin tetap dilakukan di Swiss oleh individu yang radikal atau tidak seimbang secara mental. "Reaksi ekstrimis sayap kanan yang agresif terhadap anggota atau simbol komunitas Muslim atau Yahudi yang ada di Swiss juga mungkin terjadi," ujarnya.
Serangkaian serangan senjata menyebabkan empat orang tewas dan 22 lainnya cedera di ibu kota Austria, Wina, Senin malam. Seorang penyerang, yang ditembak mati oleh polisi, dilaporkan adalah pendukung ISIS. ( Baca juga: Aksi Teror Guncang Wina, 2 Tewas Termasuk Pelaku Penembakan )
Graber mengatakan, serangan yang terjadi di Wina, Austria dan Nice, Prancis semakin memperkuat perkiraan Swiss, bahwa ancaman akan serangan teroris masih cukup tinggi. ( Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Serangan Teroris di Wina )
"Serangan di Wina dan Nice mengkonfirmasi perkiraan Badan Intelijen Federal. Ancaman teroris di Swiss tetap tinggi. Saat ini, intelijen tidak memiliki informasi spesifik tentang kemungkinan serangan di Swiss," kata Graber, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (4/11/2020).
Menurut Graber, tindakan kekerasan yang terisolasi mungkin tetap dilakukan di Swiss oleh individu yang radikal atau tidak seimbang secara mental. "Reaksi ekstrimis sayap kanan yang agresif terhadap anggota atau simbol komunitas Muslim atau Yahudi yang ada di Swiss juga mungkin terjadi," ujarnya.
Serangkaian serangan senjata menyebabkan empat orang tewas dan 22 lainnya cedera di ibu kota Austria, Wina, Senin malam. Seorang penyerang, yang ditembak mati oleh polisi, dilaporkan adalah pendukung ISIS. ( Baca juga: Aksi Teror Guncang Wina, 2 Tewas Termasuk Pelaku Penembakan )
Lihat Juga :