Pemerintah AS Antisipasi Kerusuhan dan Serangan Siber Saat Pilpres

Rabu, 04 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
“Yang menjadi perhatian saya adalah ketika Trump mencoba mendeklarasikan kemenangan lebih awal padahal banyak surat suara yang belum dihitung,” kata Gubernur Michigan, Gretchen Whitmen, dari Partai Demokat. “Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk menghitung semua surat suara,” paparnya.

Ketika kandidat mendeklarasikan kemenangan, tidak berarti pemilu memang berakhir. Tapi, langkah tersebut bisa memicu realitas politik palsu yang bisa memunculkan gugatan hukum. Trump sendiri sudah menyatakan bahwa pemilu kali ini akan berakhir di Mahkamah Agung. Itu menjadikan dia mengajukan hakim agung Amy Coney Barret sebelum pemilu untuk memperkuat kehadiran dan mayoritas konservatif di Mahkamah Agung. (Baca juga: Kenali dan Jangan Remehkan Gejala Long Covid)

Partai Demokrat juga sangat optimistis dengan kemenangan untuk mengumpulkan lebih dari 270 suara electoral untuk memenangkan Gedung Putih. “Kita sangat percaya diri,” kata penasehat senior Biden, Anita Dunn. Biden berharap bisa menang di negara bagian seperti Arizona, Florida, Georgia dan North Carolina.

Sementara di tengah ketidakpastian itu juga dihantui ancaman kekerasan. Bukan hanya Washington, pusat bisnis di Portland yang pernah menjadi lokasi unjuk rasa antirasisme juga memilih tutup. "Yang paling mengkhawatirkan bagi saya adalah bentrokan bersenjata antara kelompok-kelompok yang berlawanan," sebut Agen Khusus FBI Portland, Renn Cannon. Cannon mengatakan, situasi berbahaya bisa saja terjadi di mana aksi kekerasan yang tragis. Kantor FBI juga mengerahkan sumber daya manusianya untuk memantau tindak kejahatan pemilu termasuk penindasan para pemilih hingga penipuan dan ancaman dunia maya dari pelaku asing.

Hal yang sama juga berlaku di Washington dan New York. Pihak berwenang dan para pedagang di beberapa kota, termasuk New York dan Washington DC di sekitar Gedung Putih, telah menutupi etalase toko untuk mencegah potensi kerusakan dan penjarahan jika kekerasan terkait pemilu merebak. (Baca juga: Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta)

Pengusaha pun meminta agar setelah pemilu suasana bisa berlangsung tenang dan aman. Mereka khawatir hasil pemilu tidak diakui salah satu calon sehingga kerusuhan dan ketegangan bisa saja terjadi dan berimbas besar pada bisnis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Israel Bakal Sendirian Melawan Iran Jika Tingkatkan Konflik!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Usai Paksa Israel Setop...
Usai Paksa Israel Setop Serang Iran, Trump Klaim Perundingan Damai Bisa Diteken dalam 3 Hari
Rekomendasi
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved