Pemerintah AS Antisipasi Kerusuhan dan Serangan Siber Saat Pilpres
Rabu, 04 November 2020 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan potensi kerusuhan sipil akan menjadi ujian bagi jejaringan sosial. Untuk itu,perlunya upaya menjaga misinformasi dan tekanan terhadap pemilih di jejaring sosial untuk menghindari desepsi dan pelanggaran seperti empat tahun lalu.
“Saya khawatir bangsa ini terpecah dan hasil pemilu memerlukan waktu beberapa hari atau pekan untuk diumumkan sehingga memunculkan resiko kerusuhan sipil,” kata Zuckerberg.
Banyak perusahaan AS memilih mempertahankan netralitas politik untuk menghindari konflik antar pegawai dan perbedaan pandangan politik. “Pemilu kali ini sangat sulit bagi perusahaan untuk memposisikan diri,” kata peneliti risiko dari Control Risks, Alison Wood. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Banyak perusahaan AS khawatir dengan polarisasi yang menjadi tema politik sehingga bisa membakar konflik di jalanan. “Banyak perusahaan telah melaksanakan mitigasi dengan mengizinkan karyawan bekerja di rumah,”ujar Wood. (Andika H Mustaqim)
“Saya khawatir bangsa ini terpecah dan hasil pemilu memerlukan waktu beberapa hari atau pekan untuk diumumkan sehingga memunculkan resiko kerusuhan sipil,” kata Zuckerberg.
Banyak perusahaan AS memilih mempertahankan netralitas politik untuk menghindari konflik antar pegawai dan perbedaan pandangan politik. “Pemilu kali ini sangat sulit bagi perusahaan untuk memposisikan diri,” kata peneliti risiko dari Control Risks, Alison Wood. (Lihat videonya: Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat)
Banyak perusahaan AS khawatir dengan polarisasi yang menjadi tema politik sehingga bisa membakar konflik di jalanan. “Banyak perusahaan telah melaksanakan mitigasi dengan mengizinkan karyawan bekerja di rumah,”ujar Wood. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :