Infeksi Virus Corona di Eropa Capai 11 Juta
Selasa, 03 November 2020 - 23:53 WIB
loading...
A
A
A
"Sayangnya, ketakutan tampaknya memobilisasi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu federasi rumah sakit Prancis mengatakan tekanan pandemi sedemikian rupa sehingga pihak berwenang berencana untuk memindahkan pasien Covid-19 ke Jerman untuk perawatan - seperti yang sudah dilakukan Belgia.
Dan Jerman harus menunda operasi tidak mendesak untuk membebaskan tempat tidur dan staf, saran Uwe Janssens, presiden Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat.
Berbicara pada konferensi pers bersama Menteri Kesehatan Jens Spahn, dia mengatakan Jerman memiliki cukup tempat tidur dan ventilator untuk saat ini.
Namun, "masalah utama" adalah kurangnya tenaga medis yang terlatih untuk merawat pasien perawatan intensif, sebagian karena kekurangan staf yang kronis, tetapi juga karena dokter dan perawat sendiri kadang-kadang harus melakukan karantina.
Di tengah ketidakpastian di dunia, di mana virus telah menewaskan lebih dari 1,2 juta orang, perusahaan obat bergegas untuk memproduksi apa yang telah menjadi cawan suci sektor ini - vaksin yang layak.(Baca juga: Gelombang Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Tembus 250 Ribu )
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi setidaknya sembilan kandidat vaksin pada tahap paling lanjut fase tiga, di mana efektivitas vaksin diuji dalam skala besar.
Pada hari Selasa, penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum mengatakan dia telah menerima vaksin virus Corona eksperimental, menjadi pejabat Uni Emirat Arab terbaru yang mengambil bagian dalam uji coba.
Sementara itu federasi rumah sakit Prancis mengatakan tekanan pandemi sedemikian rupa sehingga pihak berwenang berencana untuk memindahkan pasien Covid-19 ke Jerman untuk perawatan - seperti yang sudah dilakukan Belgia.
Dan Jerman harus menunda operasi tidak mendesak untuk membebaskan tempat tidur dan staf, saran Uwe Janssens, presiden Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat.
Berbicara pada konferensi pers bersama Menteri Kesehatan Jens Spahn, dia mengatakan Jerman memiliki cukup tempat tidur dan ventilator untuk saat ini.
Namun, "masalah utama" adalah kurangnya tenaga medis yang terlatih untuk merawat pasien perawatan intensif, sebagian karena kekurangan staf yang kronis, tetapi juga karena dokter dan perawat sendiri kadang-kadang harus melakukan karantina.
Di tengah ketidakpastian di dunia, di mana virus telah menewaskan lebih dari 1,2 juta orang, perusahaan obat bergegas untuk memproduksi apa yang telah menjadi cawan suci sektor ini - vaksin yang layak.(Baca juga: Gelombang Kedua, Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Tembus 250 Ribu )
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi setidaknya sembilan kandidat vaksin pada tahap paling lanjut fase tiga, di mana efektivitas vaksin diuji dalam skala besar.
Pada hari Selasa, penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum mengatakan dia telah menerima vaksin virus Corona eksperimental, menjadi pejabat Uni Emirat Arab terbaru yang mengambil bagian dalam uji coba.
(ber)
Lihat Juga :