Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Prancis dan Jerman Pilih Lockdown

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Sebenarnya pemimpin juga berusaha menghindari kerugian akibat lockdown , tetapi itu sebagai upaya untuk mengatasi pandemi yang terus meluas di Spanyol, Prancis, Jerman, Rusia, Polandia hingga Bulgaria.

“Jika kita menunggu hingga rumah sakit penuh, semuanya akan terlambat,” kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn. Banyak pasien dari Belanda juga berobat ke Jerman karena rumah sakit di Negeri Kincir Angin tak mampu menampung pasien.

Deputi Perdana Menteri (PM) Tatiana Golikova mengatakan, okupansi rumah sakit di 16 wilayah sudah mencapai 90%. Dia memperingatkan, sistem kesehatan di Rusia tidak akan bisa menampung pasien seperti di Prancis dan Swiss.

Berharap pada perawatan baru yang bisa menyembuhkan pasien yang terinfeksi virus corona belum menunjukkan titik temu. Tim gugus tugas vaksin Inggris mengatakan vaksin corona yang efektif mungkin tidak akan pernah ditemukan. Apalagi vaksin versi awal juga tidak terlalu sempurna.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 1,3 juta kasus baru terjadi dalam tujuh hari terakhir dan 11.700 orang meninggal atau meningkat 37% dibandingkan pekan lalu. Sejauh ini, jumlah kasus virus corona sudah mencapai 42 juta kasus dan lebih dari 1,1 juta orang meninggal di seluruh dunia. (LIhat videonya: Buaya Raksasa Tertangkap Warga di Bangka Belitung)

Sementara itu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengecam para pemimpin Eropa yang melakukan lockdown untuk menghentikan penyebaran virus corona. Dia mengatakan, mereka telah melaksanakan praktik otoriterisme.

“Kita kecewa dengan gaya otoriter yang ditunjukkan pemimpin Eropa,” kata Lopez Obrador, ketika ditanya apakah Meksiko akan melakukan lockdown . “Jam malam bukan sebagai tanda percaya kepada rakyat. Itu menunjukkan kamu memiliki otoritas dan melihat penduduk sebagai anak-anak, sepertinya mereka tidak paham,” ungkapnya. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Pertamina Buka Rekrutmen...
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Pendaftaran Hingga 5 Juli 2026
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
4 Tim Lolos Perempat...
4 Tim Lolos Perempat Final Euro 2024, Ada Jerman dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved