Pilpres Amerika Serikat, Biden Lebih Difavoritkan Dunia

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 11:15 WIB
loading...
A A A
Klaus W Larres, pakar hubungan internasional, menyatakan Biden diperkirakan akan menghidupkan kebijakan internasionalisme dan merekonstruksi citra buruk AS selama ini di mata aliansinya, termasuk NATO. Trump sebelumnya berulang kali mengkritik NATO dan berkeinginan untuk mengurangi kontribusi di NATO. Biden juga akan kembali bergabung dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), UNESCO dan Komisi Hak Asasi Manusia PBB.

Sementara itu, Timur Tengah justru menganggap tidak ada capres yang menguntungkan mereka. Itulah kesimpulan dari sekitar setengah dari total responden yang ditanyai dalam jajak pendapat yang dilakukan bersama oleh kelompok penelitian YouGov dan surat kabar Arab News milik Saudi. (Baca juga: Mahathir: Umat Islam Punya Hak untuk Menghukum Prancis)

Sebanyak 40% responden berpikir Joe Biden akan lebih baik untuk wilayah tersebut, sementara hanya 12% yang memilih Presiden Trump. Lebih dari 3.000 orang ambil bagian. Baik Donald Trump yang sedang menjabat maupun penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden tidak dianggap sebagai kandidat yang populer.

Namun, dukungan pada Biden sedikit lebih baik. Ini dipengaruhi oleh keputusan Trump yang tidak populer untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem, sesuatu yang ditentang oleh 89% dari mereka yang disurvei. Namun, kandidat petahana bernasib lebih baik di Irak dan Yaman, di mana mayoritas menyetujui sikap keras Trump terhadap Iran, termasuk dalam hal pemberian sanksi.

Sekitar 57% responden Irak mengatakan mereka menyetujui keputusan AS untuk membunuh pemimpin Pengawal Revolusi Iran Jenderal Qasem Soleimani awal tahun ini. Sementara persentase yang sama di Suriah menentangnya. Mengingat delapan tahun sebelumnya Biden menjabat di Gedung Putih sebagai wapres Presiden Obama dari 2009-2017, responden ditanya apa pendapat mereka tentang pemerintahan itu.

Sekali lagi, mereka kurang antusias, dengan mayoritas dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka yakin Presiden Obama telah membuat kawasan itu lebih buruk dan berharap Joe Biden, jika terpilih, akan menjauhkan diri dari kebijakan mantan presidennya. Namun, perlu dicatat bahwa meski tidak ada indikasi campur tangan dalam jajak pendapat, mitra survei ini adalah Arab News yang berbasis di Riyadh di Arab Saudi. Media ini beroperasi dengan pedoman editorial pemerintah. (Lihat videonya: Buaya Raksasa Tertangkap Warga di Bangka Belitung)

Arab Saudi adalah saingan regional Iran dan kepemimpinan Saudi tidak pernah memaafkan Presiden Obama karena mencapai kesepakatan nuklir 2015 dengan Teheran. Kesepakatan itu, yang kemudian ditarik oleh Presiden Trump, mengeluarkan miliaran dolar dalam rekening bank yang dibekukan dengan imbalan inspeksi nuklir yang ketat.

Kebijakan imigrasi AS disinggung dalam jajak pendapat tersebut. Sekitar 75% responden berharap pemerintahan Gedung Putih berikutnya akan mempermudah orang Arab mengunjungi AS. Laporan terbaru menunjukkan banyak kaum muda Arab yang ingin pindah ke luar wilayah tersebut, terutama dari Lebanon, yang praktik korupsinya dan keruntuhan ekonominya telah menyebabkan banyak warga putus asa. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved