Ogah Pakai Masker, Maskapai AS 'Blacklist' 460 Penumpang

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:22 WIB
loading...
Ogah Pakai Masker, Maskapai...
Maskapai penerbangan AS memasukan 460 orang dalam daftar larangan terbang setelah menolak menggunakan masker. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) , Delta Airlines, menempatkan 460 penumpang dalam daftar larangan terbang karena menolak memakai masker . Hal itu diumumkan kepada karyawannya pada tengah pekan ini .

“Mengenakan masker adalah salah satu tindakan paling sederhana dan efektif yang dapat kami lakukan untuk mengurangi transmisi (virus), itulah sebabnya Delta telah lama membutuhkannya untuk pelanggan dan karyawan kami,” kata CEO Delta Ed Bastian dalam sebuah surat kepada staf seperti dilansir dari New York Post, Minggu (25/10/2020).

Dengan terjadinya kembali lonjakan dalam kasus Covid-19 di AS dan ketika cuaca semakin dingin, Bastian mengingatkan karyawannya bahwa menghentikan penyebaran virus penting untuk kembali ke keadaan normal.

"Dengan bulan-bulan cuaca dingin yang mendekat, menghentikan penyebaran akan sangat penting untuk pemulihan kami dari pandemi dan Delta kembali ke pertumbuhan dan kepemimpinan dalam industri kami," tulisnya.(Baca juga: Asia Jadi Regional Kedua dengan Jumlah Kasus Covid-19 Tembus 10 Juta )

Delta juga mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan penjualan tiket kursi tengah di tahun baru berdasarkan sentimen konsumen dan kepercayaan dalam perjalanan udara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved