WHO: Lockdown Harus Dicabut Bertahap dalam 2 Minggu

Rabu, 15 April 2020 - 19:22 WIB
loading...
WHO: Lockdown Harus...
WHO menyarankan pencabutan lockdown dilakukan bertahap. Foto/Reuters
A A A
JENEWA - Negara-negara yang mengurangi pembatasan yang diberlakukan untuk mengurangi penyebaran virus Corona harus menunggu setidaknya dua minggu untuk mengevaluasi dampak dari perubahan tersebut sebelum mengungarinya lagi. Hal itu diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Dunia berada pada titik penting dalam pandemi dan kecepatan, skala dan kesetaraan harus menjadi prinsip panduan kami ketika memutuskan tindakan apa yang diperlukan," kata agensi PBB itu dalam Pembaruan Strategi terbarunya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2020).

WHO mengatakan setiap negara harus menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang komprehensif untuk mempertahankan kondisi stabil tingkat rendah atau tidak ada transmisi yang berkelanjutan dan menyiapkan kapasitas lonjakan untuk bereaksi cepat untuk mengendalikan penyebaran apa pun.

Beberapa negara yang paling terpukul oleh virus ini sekarang mempertimbangkan untuk mengangkat penguncian wilayah (lockdown) dan memulai transisi menuju dimulainya kembali kehidupan normal. Pembaruan WHO mengatakan setiap langkah seperti itu harus dilakukan secara bertahap, dengan waktu untuk mengevaluasi dampaknya sebelum langkah-langkah baru diambil.

"Untuk mengurangi risiko wabah baru, langkah-langkah harus diambil secara bertahap, langkah-bijaksana berdasarkan penilaian risiko epidemiologis dan manfaat sosial ekonomi dari mengangkat pembatasan pada tempat kerja yang berbeda, lembaga pendidikan, dan kegiatan sosial," kata WHO.

"Idealnya akan ada minimum 2 minggu (sesuai dengan masa inkubasi COVID-19) antara setiap fase transisi, untuk memberikan waktu yang cukup untuk memahami risiko wabah baru dan untuk merespons dengan tepat," tambahnya.

WHO memperingatkan bahwa risiko pengenalan kembali dan kebangkitan penyakit akan berlanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Viral KBRI Tokyo Umumkan...
Viral KBRI Tokyo Umumkan Resepsi Pernikahan Orang Utan Kalimantan di Tobe Zoo Jepang
Rekomendasi
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Siap Tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Ikuti Jejak Honda, Ini...
Ikuti Jejak Honda, Ini Alasan Toyota Mendadak Bunuh Mobil Listrik Terbaiknya Lexus LF-ZC?
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Berita Terkini
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved