Erdogan: Inisiatif Macron untuk Reformasi Institusi Islam Upaya Serang Muslim

loading...
Erdogan: Inisiatif Macron untuk Reformasi Institusi Islam Upaya Serang Muslim
Erdogan menyebut Inisiatif Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk mereformasi institusi Islam di negara itu tidak lain adalah upaya untuk menyerang Muslim. Foto/REUTERS
A+ A-
ANKARA - Inisiatif Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk mereformasi institusi Islam di negara itu tidak lain adalah upaya untuk menyerang Muslim. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Menyusul pembunuhan seorang guru di Paris oleh seorang remaja Chechnya minggu lalu, sebuah rancangan undang-undang yang berusaha untuk melarang pembenaran kejahatan dengan motif etnis atau agama atas dasar konstitusional diajukan ke Senat Prancis.

Menurut Macron, yang telah menciptakan istilah "separatisme Islam" dan mengkritik manifestasi ekstremisme atas dasar agama, ideologi seharusnya tidak mengklaim bahwa hukumnya sendiri harus lebih tinggi daripada hukum republik.

"Tujuan utama dari inisiatif seperti yang dipimpin oleh Macron adalah untuk menyelesaikan masalah lama dengan Islam dan Muslim," kata Erdogan, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (21/10/2020).



"Mereka yang peduli dengan kebangkitan Islam menciptakan krisis yang mereka gunakan sebagai alasan untuk menyerang Islam dan menutupi kegagalan mereka sendiri," sambungnya. (Baca juga: Turki: Para Pemimpin Armenia Bisa Diadili untuk Kejahatan Perang)

RUU itu diresmikan kembali pada 2 Oktober, beberapa minggu sebelum tragedi di salah satu pinggiran kota Paris terjadi dan memicu gelombang baru sentimen anti-Islam di seluruh Prancis.

Macron mengatakan, RUU itu akan menyiratkan aturan wajib netralitas bagi karyawan perusahaan layanan publik yang harus diikuti saat melakukan pekerjaan mereka untuk menghindari manifestasi separatisme.



Selain itu, hal ini memberi negara kekuatan untuk turun tangan jika otoritas lokal membuat konsesi yang tidak dapat diterima bagi Muslim dan membatasi homeschooling untuk menghindari anak-anak "diindoktrinasi". (Baca juga: Prancis Bubarkan Kelompok Pro Hamas)

RUU itu juga memperketat kontrol atas pengaruh asing pada Islam dan pendanaan untuk masjid dan mempromosikan pelatihan domestik para imam. RUU itu memicu reaksi keras dari komunitas Muslim di Prancis, yang mengecamnya sebagai Islamofobia dan diskriminatif.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top