Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan

Senin, 19 Oktober 2020 - 07:45 WIB
loading...
Sampo Kutu Terbakar, Remaja 16 Tahun Menderita Luka Mengerikan
Kondisi Aleema Ali, 16, saat terbakar (paling kiri), sebelum terbakar (tengah) dan saat menjalani perawatan. Foto/Metro.co.uk
A A A
LONDON - Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Inggris menderita luka bakar mengerikan tingkat tiga setelah sampo kutu rambut yang dia gunakan terbakar.

Aleema Alisaat ini adalah mahasiswi penuh waktu di sebuah perguruan tinggi. Empat tahun lalu, sebuah kecelakaan aneh mengubah hidupnya selamanya. Sebelum kecelakaan itu, paras Aleema cantik.

Setelah pulang ke rumahnya di Bradford dari sekolah berasrama pada bulan Desember 2016, Aleema menyadari bahwa dia telah terkena kutu rambut dan memutuskan untuk menggunakan "Full Marks Solution", sampo obat untuk membunuh kutu di rambutnya. (Baca: Depresi Idolanya Terinfeksi Covid-19, Fans Trump di India Meninggal )

Tetapi setelah mengaplikasikan produk ke rambutnya, dia memutuskan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah dan pergi ke dapur tempat ibunya memasak.

Aleema yang saat itu baru berusia 12 tahun tidak menyadari bahwa sampo kutu rambut sangat mudah terbakar dan akibatnya seluruh kepalanya terbakar.

"Saya pergi ke dapur untuk pergi ke tempat sampah dan ketika saya berjalan melewatinya, rambut saya terbakar karena obatnya sangat mudah terbakar," katanya.

"Saya panik dan menjadi shock dan satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah, 'Saya akan mati'," ujarnya, seperti dikutip news.com.au, Senin (19/10/2020). (Baca: Pecah Rekor Guiness, Gadis Texas Miliki Kaki Terpanjang di Dunia )

“Saya koma selama dua bulan jadi tidak ada reaksi langsung. Itu perlahan-lahan meningkatkan jumlah waktu saya terjaga," paparnya.

Saat seluruh kepala Aleema dilalap api, keluarganya yang panik memanggil ambulans. Dia tiba di rumah sakit hanya 10 menit setelah kejadian.

Namun, luka-lukanya sudah parah, dengan dokter menempatkan Aleema dalam keadaan koma. Dia koma selama dua bulan saat berjuang untuk hidup di unit perawatan intensif.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3380 seconds (10.177#12.26)