Studi: Kepercayaan Terhadap Vaksin Terus Menurun Setiap Tahunnya

Minggu, 18 Oktober 2020 - 23:56 WIB
loading...
A A A
Studi tersebut mengukur prevalensi kepercayaan anti-vax dan kepercayaan terhadap vaksin di 149 negara antara 2015 dan 2019 dan mensurvei hampir seperempat juta orang; pada 2019, peneliti melakukan 50.000 wawancara.

Peneliti menemukan sikap anti-vax telah meningkat di sepuluh negara. Di Afghanistan, Azerbaijan, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Serbia, para peneliti melihat lonjakan jumlah orang yang sangat tidak setuju bahwa vaksin aman antara 2015 dan 2019. Namun, selama empat tahun terakhir, kepercayaan vaksin meningkat di Prancis, India, Meksiko, Polandia, Rumania, dan Thailand.

Informasi yang salah adalah pendorong utama keraguan vaksin. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang mempercayai profesional perawatan kesehatan untuk mendapatkan nasihat medis, daripada mencari keluarga, teman atau internet lebih cenderung divaksinasi. Di Indonesia, faktor agama berperan.



"Indonesia mengalami penurunan kepercayaan yang besar antara tahun 2015 dan 2019, sebagian dipicu oleh para pemimpin Muslim yang mempertanyakan keamanan vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR), dan akhirnya mengeluarkan fatwa, aturan agama, yang menyatakan bahwa vaksin itu haram dan mengandung bahan-bahan yang berasal dari babi dan karenanya tidak dapat diterima oleh umat Islam,” kata studi tersebut.

Studi tersebut menemukan bahwa di Korea Selatan (Korsel) dan Malaysia, mobilisasi secara daring melawan vaksin merupakan penghalang utama. Para ahli mengatakan, secara global, melawan informasi yang salah telah menjadi salah satu tantangan terbesar dalam memerangi Covid-19, dan di Amerika Serikat (AS) perdebatan tentang vaksin menjadi sangat terpolarisasi dengan munculnya gerakan "anti-vaxxer", atau mereka yang menolak untuk memvaksinasi anak-anak mereka.

“Ada semakin banyak bukti penundaan atau penolakan vaksin karena kurangnya kepercayaan pada pentingnya, keamanan, atau keefektifan vaksin, di samping masalah akses yang terus berlanjut,” ujar studi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved