Studi: Kepercayaan Terhadap Vaksin Terus Menurun Setiap Tahunnya

Minggu, 18 Oktober 2020 - 23:56 WIB
loading...
A A A
Di beberapa negara yang tingkat kepercayaannya sangat rendah, ketidakpercayaan itu terkait dengan vaksin yang terbukti tidak aman. Jepang menempati peringkat salah satu negara dengan tingkat kepercayaan vaksin terendah di dunia, yang menurut studi itu mungkin terkait dengan ketakutan atas keamanan vaksin human papillomavirus (HPV) yang dimulai pada 2013 dan menyebabkan pemerintah Jepang menangguhkan rekomendasi aktifnya.

(Baca: 1.620 Relawan Disuntik Vaksin Sinovac, Kini Tahap Monitoring )

Kepercayaan vaksin juga merosot di Filipina dan juga di Indonesia, di mana pada tahun 2017 produsen vaksin Sanofi mengumumkan vaksin demam berdarah baru mereka Dengvaxia. "Vaksin itu menimbulkan risiko bagi individu yang sebelumnya tidak pernah terpapar virus, memicu kemarahan dan kepanikan di seluruh populasi di mana hampir 850.000 anak telah diberi vaksin baru tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Para peneliti mengatakan bahwa jika vaksin Covid-19 tersedia, vaksin itu mungkin belum siap untuk dikonsumsi massal hingga akhir 2021, meskipun beberapa uji klinis Fase III sedang dilakukan di seluruh dunia.

Para peneliti mengatakan bahwa di era Covid-19, temuan mereka memberikan dasar yang berharga tentang tingkat kepercayaan diri untuk mengukur perubahan pada saat ancaman penyakit berkembang dan untuk membantu mengidentifikasi di mana lebih banyak pembangunan kepercayaan diperlukan untuk mengoptimalkan penyerapan vaksin penyelamat jiwa.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Militer Dahsyat terhadap Houthi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved