Saudi Sukses Jinakkan Pandemi

Senin, 19 Oktober 2020 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Visi Saudi 2030 yang diluncurkan 2016 juga memberikan fasilitas kesehatan gratis dan memperkuat pelayanan digital sehingga mudah mendapatkan dukungan publik. Itu diperkuat sistem paternalistik yang masih kuat, yang mengutamakan keputusan raja sebagai kekuatan utama.

“Manajemen krisis itu menunjukkan Saudi ingin membangun kembali jembatan bagi mereka yang tertinggal akibat gelombang sosial-ekonomi dan perubahan politik,” ucap Yasmine Farouk.

Kesuksesan penangan pandemi juga berpengaruh pada masa depan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Dia dianggap sukses mengatasi pandemi itu karena fokus pada politik dalam negeri yang ketat. “MBS sukses mempertahankan dukungan publik di saat pandemi karena mewujudkan kepemimpinan yang baik,” kata Yasmine Farouk. (Baca juga: Armenia-Azebaijan Sepakati Gencatan Senjata Baru)

Abdelrahman Elhadi, peneliti Democratic Arabic Center, juga menyebut Kerajaan Saudi berhasil membuktikan mengelola krisis korona di semua bidang. Kenapa Saudi bisa sukses? Menurut Elhadi, Saudi berpengalaman menghadapi pandemi MERS yang menjadi perhatian publik.

“Pandemi MERS mampu mengedukasi publik bagaimana mengatasi penyakit menular,” katanya. Dia mengatakan, Saudi memiliki strategi yang efektif dan efisien untuk penanganan pandemi demi masa depan negara tersebut. Strategi itu dijalankan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.

Roadmap Jelas

Dalam pandangan epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Kamaluddin Latief, kunci Saudi mengendalikan Covid-19 adalah lantaran mempunya roadmap yang jelas dari awal. Saat membuka penyelenggaraan umrah kembali, menurutnya, Pemerintah Saudi memiliki keyakinan bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Saudi confident bisa menerapkan regulasi yang mereka punyai. Kemudian, bisa dikontrol oleh otoritas kementerian (terkait) jadi semua bisa diatur. Itu yang memang harus kita lihat,” ujarnya kemarin.

Indonesia pun bisa membuka kembali aktivitas dengan tetap menjaga agar Covid-19 terkendali. Namun, Kamaluddin mengungkapkan, kelemahan Indonesia adalah memiliki banyak regulasi penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19, tapi lemah dalam penerapan atau implementasinya. (Lihat videonya: Napi WNA Kabur dari Lapas Tangerang Ditemukan Tewas di Bogor)

Dia memberikan contoh saat flu burung itu lahir banyak regulasi, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Akhirnya terjadi tumpang tindih aturan. Ada yang sejalan dan tidak dengan aturan di atasnya atau di bawahnya.

Di bisnis penerbangan, menurutnya, hanya maskapai full service badan usaha milik negara (BUMN) yang menerapkan physical distancing. Maskapai lain ada yang memberikan face shield, tetapi duduk berdempetan. Masalah lain yang dihadapi Indonesia, rendahnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan. (Andika H Mustaqim/F.W. Bahtiar)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved