Peneliti: India Krisis Bunuh Diri, Butuh Kebijakan untuk Cegah Korban Berikutnya

loading...
Peneliti: India Krisis Bunuh Diri, Butuh Kebijakan untuk Cegah Korban Berikutnya
Ilustrasi
A+ A-
NEW DELHI - Saat ini India menjadi salah satu negara yang dilanda krisis bunuh diri. Tercatat 17 persen kasus bunuh diri di dunia terjadi di India. Dilaporkan ratusan ribu orang meninggal karena bunuh diri setiap tahun. Karenanya, para ahli mendesak pemerintah untuk menerapkan rencana pencegahan bunuh diri multi-sektor.

“Kami membutuhkan strategi pencegahan bunuh diri multi-sektor dan pemerintah kemudian perlu menerapkan strategi ini,” kata Soumitra Pathare, Direktur Pusat Hukum dan Kebijakan Kesehatan Mental India, seperti dilansir Anadolu Agency.

(Baca: Dituduh Lakukan Sihir, Dua Orang Dipenggal dan Dibakar Massa di India )

“Strategi pencegahan bunuh diri perlu melibatkan semua sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan. Untuk itu, pemerintah perlu fokus pada semua bidang terkait,” sambungnya.



Dia memperingatkan bahwa jika tidak ada strategi seperti itu, India akan berakhir dengan solusi spontan sebagai tanggapan atas krisis bunuh diri. Menurut Biro Laporan Kejahatan Nasional, pada 2019, total 139.123 orang India bunuh diri. Angka ini tinggi di kalangan anak muda, karena 48.774 dari total kasus bunuh diri dilakukan oleh mereka yang berusia 18 hingga 30 tahun.

Menurut data pemerintah, tahun lalu lebih dari 40 ribu petani dan pengangguran meninggal dunia karena bunuh diri. Kemudian, setidaknya 28 pelajar India meninggal karena bunuh diri setiap hari pada 2019, dengan total 10.335 kasus.

Pathare mengungkapkan, setidaknya 75 ribu siswa meninggal karena bunuh diri selama 10 tahun antara 2007 dan 2016. Menurutnya, tingkat bunuh diri meningkat 52% dalam dekade ini.



“Bunuh diri adalah peristiwa multi-dimensi yang kompleks, jadi sulit untuk menunjukkan satu alasan khusus untuk peristiwa semacam itu. Namun, kami tahu bahwa faktor proksimal seperti stres saat ujian dan hasilnya memang berperan,” kata Pathare, yang juga berkontribusi dalam penyusunan kebijakan kesehatan mental Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top