Menlu Retno: Penghapusan Total Senjata Nuklir Elemen Penting bagi Perdamaian
Minggu, 04 Oktober 2020 - 17:10 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan, penghapusan senjata nuklir adalah elemen penting bagi perdamaian dan keamanan dunia. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia , Retno Marsudi mengatakan, penghapusan senjata nuklir adalah elemen penting bagi perdamaian dan keamanan dunia. Namun, Retno mengatakan, sayangnya sampai saat ini dunia masih jauh dari hal ini.
“75 tahun sejak berdirinya PBB dan 50 tahun sejak penandatanganan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dunia masih jauh dari penghapusan total senjata nuklir," ucap Retno pada Pertemuan Tingkat Tinggi Peringatan dan Promosi Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir .
Retno, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (4/10/2020), menuturkan bahwa tidak adanya kemajuan dalam upaya penghapusan senjata nuklir mengakibatkan timbulnya defisit kepercayaan di antara negara-negara di dunia. ( Baca juga: Iran Desak Dunia Internasional Tekan Israel Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir )
Untuk mencapai penghapusan total senjata nuklir, Retno menggarisbawahi tiga hal penting. Pertama, penerapan dan penegakkan NPT, di mana Retno menyampaikan bahwa partisipasi penuh dan komitmen dari seluruh negara, termasuk negara pemilik senjata nuklir sangat diperlukan.
"Kedua, penguatan mekanisme dan arsitektur perlucutan senjata global. Beberapa mekanisme perlucutan senjata seperti Konferensi Perlucutan Senjata, larangan uji coba nuklir komprehensif (CTBT) dan mekanisme lainnya harus diupayakan penegakannya agar tujuan penghapusan total senjata nuklir dapat tercapai," ungkapnya.
"Ketiga, memastikan perlucutan senjata nuklir dapat berdampak positif pada kesejahteraan dunia. Menlu Retno menegaskan bahwa pandemi Covid-19 ini, merupakan pengingat kita bahwa perlindungan manusia dan kemanusiaan hanya dapat tercapai melalui solidaritas global dan bukan melalui senjata nuklir," sambungnya. ( Baca juga: PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir )
Dia menambahkan, mempertahankan keberadaan senjata nuklir adalah jelas situasi zero-sum, atau kondisi yang menggambarkan bahwa jumlah keuntungan dan kerugian dari seluruh peserta dalam sebuah permainan adalah nol, sementara pemusnahan total senjata nuklir akan memastikan keberlangsungan umat manusia ke depan.
“75 tahun sejak berdirinya PBB dan 50 tahun sejak penandatanganan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dunia masih jauh dari penghapusan total senjata nuklir," ucap Retno pada Pertemuan Tingkat Tinggi Peringatan dan Promosi Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir .
Retno, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (4/10/2020), menuturkan bahwa tidak adanya kemajuan dalam upaya penghapusan senjata nuklir mengakibatkan timbulnya defisit kepercayaan di antara negara-negara di dunia. ( Baca juga: Iran Desak Dunia Internasional Tekan Israel Gabung Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir )
Untuk mencapai penghapusan total senjata nuklir, Retno menggarisbawahi tiga hal penting. Pertama, penerapan dan penegakkan NPT, di mana Retno menyampaikan bahwa partisipasi penuh dan komitmen dari seluruh negara, termasuk negara pemilik senjata nuklir sangat diperlukan.
"Kedua, penguatan mekanisme dan arsitektur perlucutan senjata global. Beberapa mekanisme perlucutan senjata seperti Konferensi Perlucutan Senjata, larangan uji coba nuklir komprehensif (CTBT) dan mekanisme lainnya harus diupayakan penegakannya agar tujuan penghapusan total senjata nuklir dapat tercapai," ungkapnya.
"Ketiga, memastikan perlucutan senjata nuklir dapat berdampak positif pada kesejahteraan dunia. Menlu Retno menegaskan bahwa pandemi Covid-19 ini, merupakan pengingat kita bahwa perlindungan manusia dan kemanusiaan hanya dapat tercapai melalui solidaritas global dan bukan melalui senjata nuklir," sambungnya. ( Baca juga: PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir )
Dia menambahkan, mempertahankan keberadaan senjata nuklir adalah jelas situasi zero-sum, atau kondisi yang menggambarkan bahwa jumlah keuntungan dan kerugian dari seluruh peserta dalam sebuah permainan adalah nol, sementara pemusnahan total senjata nuklir akan memastikan keberlangsungan umat manusia ke depan.
(esn)
Lihat Juga :