Trump Bilang AS Akan Coba Hentikan Perang Armenia dengan Azerbaijan
Senin, 28 September 2020 - 08:33 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Minggu (27/9/2020). Foto/REUTERS/Ken Cedeno
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan berusaha untuk menghentikan perang antara Armenia dan Azerbaijan , dua bekas republik Soviet yang pernah berperang pada 1990-an.
Kedua negara itu di ambang perang lagi setelah pertempuran pecah di Nagorno-Karabakh, wilayah yang dihuni etnis Armenia yang telah memerdekakan diri dari Azerbaijan. Pertempuran pada hari Minggu itu melibatkan pasukan Nagorno-Karabakh dengan pasukan Azerbaijan dengan korban tewas puluhan orang termasuk dari kalangan tentara. (Baca: Pertempuran Kembali Meletus di Nagorno-Karabakh )
"Kami sedang mengamatinya dengan sangat cermat," kata Trump dalam jumpa pers Minggu malam waktu Washington, seperti dikutip Reuters, Senin (28/9/2020). "Kami memiliki banyak hubungan baik di area itu. Kami akan melihat apakah kami bisa menghentikannya."
Sebelumnya, Presiden Arayik Harutyunyan dari Republik de facto Artsakh (Republik Nagorno-Karabakh) mengatakan puluhan tentara telah tewas setelah diserang pasukan Azerbaijan dengan jet tempur F-16 canggih Turki.
"Puluhan (tentara) tewas, puluhan lainnya luka-luka. Puluhan warga sipil terluka dan ada korban jiwa di antara penduduk sipil," kata Harutyunyan dalam briefing online, yang disiarkan di Facebook, seperti dikutip Sputniknews, Senin (28/9/2020).(Baca: PM Armenia Peringatkan Turki Tidak Terlibat Konflik Nagorno-Karabakh )
Harutyunyan mengatakan angkatan bersenjata Azerbaijan menggunakan jet F-16 Turki, yang ditempatkan di Azerbaijan selama sekitar satu bulan sebelumnya. "Dengan dalih latihan militer," katanya.
"Angkatan bersenjata Azerbaijan dilengkapi dengan persenjataan paling canggih milik tentara Turki," paparnya. Pihak Nagorno-Karabakh juga menuduh pasukan Azerbaijan melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan infrastruktur sipil di ibu kotanya; Stepanakert.
Kedua negara itu di ambang perang lagi setelah pertempuran pecah di Nagorno-Karabakh, wilayah yang dihuni etnis Armenia yang telah memerdekakan diri dari Azerbaijan. Pertempuran pada hari Minggu itu melibatkan pasukan Nagorno-Karabakh dengan pasukan Azerbaijan dengan korban tewas puluhan orang termasuk dari kalangan tentara. (Baca: Pertempuran Kembali Meletus di Nagorno-Karabakh )
"Kami sedang mengamatinya dengan sangat cermat," kata Trump dalam jumpa pers Minggu malam waktu Washington, seperti dikutip Reuters, Senin (28/9/2020). "Kami memiliki banyak hubungan baik di area itu. Kami akan melihat apakah kami bisa menghentikannya."
Sebelumnya, Presiden Arayik Harutyunyan dari Republik de facto Artsakh (Republik Nagorno-Karabakh) mengatakan puluhan tentara telah tewas setelah diserang pasukan Azerbaijan dengan jet tempur F-16 canggih Turki.
"Puluhan (tentara) tewas, puluhan lainnya luka-luka. Puluhan warga sipil terluka dan ada korban jiwa di antara penduduk sipil," kata Harutyunyan dalam briefing online, yang disiarkan di Facebook, seperti dikutip Sputniknews, Senin (28/9/2020).(Baca: PM Armenia Peringatkan Turki Tidak Terlibat Konflik Nagorno-Karabakh )
Harutyunyan mengatakan angkatan bersenjata Azerbaijan menggunakan jet F-16 Turki, yang ditempatkan di Azerbaijan selama sekitar satu bulan sebelumnya. "Dengan dalih latihan militer," katanya.
"Angkatan bersenjata Azerbaijan dilengkapi dengan persenjataan paling canggih milik tentara Turki," paparnya. Pihak Nagorno-Karabakh juga menuduh pasukan Azerbaijan melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan infrastruktur sipil di ibu kotanya; Stepanakert.
Lihat Juga :