Kompak, Rusia dan China Blokir Laporan PBB Soal Pelanggaran Sanksi Libya

Sabtu, 26 September 2020 - 13:03 WIB
loading...
A A A
Laporan tersebut, yang dilihat oleh The Associated Press awal bulan ini, mengatakan embargo senjata telah dilanggar oleh pemerintah Libya yang didukung PBB di barat, yang didukung oleh Turki dan Qatar, serta oleh pasukan saingan yang berbasis di timur di bawah komandan Khalifa Hifter, didukung oleh Uni Emirat Arab, Rusia, dan Yordania. Panel mengatakan embargo sama sekali tidak efektif.

Para ahli mengatakan 11 perusahaan juga melanggar embargo senjata, termasuk Grup Wagner, sebuah perusahaan keamanan swasta Rusia yang menurut panel PBB pada Mei lalu menyediakan antara 800 dan 1.200 tentara bayaran ke Hifter.(Baca juga: PBB Tuduh Rusia Dukung Tentara Bayaran Wagner Group di Libya )

Selain itu, para ahli mengatakan pihak yang bertikai dan pendukung internasional mereka, bersama dengan Mesir dan Suriah, gagal memeriksa pesawat atau kapal jika mereka memiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa kargo tersebut berisi senjata dan amunisi militer, seperti yang dipersyaratkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB 2015.

Menteri Luar Negeri UEA, Anwar Gargash, mengatakan kepada sekelompok wartawan pada pengarahan virtual bahwa ia tidak akan mengomentari laporan yang belum dia lihat. Namun dia mengatakan: "Kami dengan tegas menyangkal banyak tuduhan liar yang kami dengar di pers."(Baca juga: Pompeo Bahas Konflik Libya dan Pengaruh Iran dengan Menlu UEA )

Pada tahun-tahun setelah pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan otokrat lama Moammar Gadhafi, Libya telah tenggelam lebih jauh ke dalam kekacauan. Libya kini terbagi antara dua pemerintahan yang saling bersaing, berbasis di timur dan barat negara itu, dengan serangkaian pejuang dan milisi yang didukung oleh berbagai kekuatan asing yang bersekutu di setiap sisi.

Ketegangan di Libya yang kaya minyak meningkat lebih lanjut ketika pasukan yang berbasis di timur, dipimpin Khalifa Hifter melancarkan serangan mencoba merebut ibu kota, Tripoli, pada April 2019. Tetapi kampanye militer Hifter gagal pada bulan Juni ketika milisi yang mendukung pemerintahan yang didukung PBB di Tripoli, dengan dukungan Turki, berada di atas angin, mendorong pasukannya dari pinggiran ibu kota dan kota-kota barat lainnya.(Baca juga: Jenderal Haftar LNA ke Erdogan: Hengkang dari Libya atau Hadapi Peluru Kami! )

Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi pada 15 September lalu yang menuntut semua negara memberlakukan embargo senjata PBB yang dilanggar secara luas di Libya dan menarik semua tentara bayaran dari negara Afrika Utara itu. Resolusi itu juga memperpanjang misi politik PBB di Libya dan menyerukan pembicaraan politik dan gencatan senjata dalam perang, yang telah dikejar oleh PBB.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Thailand Geger, Beredar...
Thailand Geger, Beredar Foto Presiden Macron Berlutut di Hadapan Raja Maha Vajiralongkorn
Rekomendasi
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
Berita Terkini
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved