Kompak, Rusia dan China Blokir Laporan PBB Soal Pelanggaran Sanksi Libya

Sabtu, 26 September 2020 - 13:03 WIB
loading...
Kompak, Rusia dan China...
Rusia dan China memblokir laporan PBB terkait pelanggaran sanksi Libya. Foto/Devex
A A A
NEW YORK - Rusia dan China memblokir perilisan laporan resmi para ahli PBB tentang Libya yang menuduh pihak yang bertikai dan para pendukung internasional mereka - termasuk Rusia - melanggar embargo senjata PBB di negara yang dilanda konflik itu.

Wakil Duta Besar Jerman untuk PBB, Gunter Sautter, mengatakan dia membawa masalah itu ke Dewan Keamanan PBB setelah kedua negara memblokir rilis laporan tersebut oleh komite yang memantau sanksi terhadap Libya yang dipimpin Jerman.

“Banyak delegasi yang meminta publikasi laporan sementara panel ahli,” ujarnya.

“Ini akan menciptakan transparansi yang sangat dibutuhkan. Ini akan berkontribusi pada penamaan dan mempermalukan mereka yang terus secara terang-terangan melanggar embargo senjata meskipun ada kesepakatan yang telah dibuat," imbuhnya seperti dikutip dari The Associated Press, Sabtu (26/9/2020).

Tetapi para diplomat, yang berbicara dengan syarat anonim karena konsultasi dewan dilakukan secara ditutup, mengatakan Rusia dan sekutu dekatnya China kembali memblokir publikasi laporan tersebut.

Sebelum pertemuan, ketika ditanya apa yang dapat dilakukan Jerman jika Rusia dan China memblokir rilis laporan itu lagi, Sautter mengatakan: "Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa saya akan terus menggunakan setiap alat yang ada untuk memastikan bahwa kami memiliki transparansi yang diperlukan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Terungkap! Motif Pria...
Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
Rekomendasi
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Dokter Ungkap Kebiasaan...
Dokter Ungkap Kebiasaan Pria Pakai Celana Ketat Bisa Merusak Kualitas Sperma
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved