Kompak, Rusia dan China Blokir Laporan PBB Soal Pelanggaran Sanksi Libya

Sabtu, 26 September 2020 - 13:03 WIB
loading...
A A A
Satu celah mencolok bagi PBB adalah kegagalan untuk menggantikan mantan utusan utamanya, Ghassan Salame, yang mengundurkan diri pada Maret lalu, terutama sebagai akibat dari permintaan Amerika Serikat (AS) untuk membagi pekerjaannya menjadi dua. Resolusi yang diadopsi minggu lalu memang membaginya, menempatkan utusan khusus yang bertanggung jawab atas misi PBB untuk fokus pada mediasi dengan Libya dan pihak internasional untuk mengakhiri konflik serta menyediakan koordinator untuk bertanggung jawab atas operasi sehari-hari.

Tetapi menemukan pengganti yang dapat diterima oleh semua diplomat Dewan Keamanan terbukti sangat sulit.

Salah satu kemungkinannya adalah utusan tinggi Timur Tengah PBB saat ini, Nikolay Mladenov, mantan menteri luar negeri Bulgaria, kata diplomat PBB, berbicara dengan syarat anonim karena diskusi telah bersifat pribadi. Tetapi para diplomat mengatakan tiga anggota DK PBB dari Afrika - Arika Selatan, Niger dan Tunisia - menentangnya karena mereka menginginkan seorang dari Afrika dalam pekerjaan itu.

Sautter mengatakan Dewan Keamanan telah setuju bahwa akan ada utusan khusus. "Dan kami sangat membutuhkan kesepakatan tentang siapa yang akan menjadi (utusan khusus)," imbuhnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Wajah Baru Lotte Mart...
Wajah Baru Lotte Mart Wholesale Serang Tawarkan Pengalaman Belanja dan Kuliner dalam Satu Destinasi
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved