Suntik Warga dengan Vaksin Eksperimen, China Klaim Dapat Dukungan WHO

Sabtu, 26 September 2020 - 10:19 WIB
loading...
Suntik Warga dengan...
Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China memperoleh pengertian dan dukungandari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelum memulai program penggunaan darurat kandidat vaksin Covid-19 yang kontroversial. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat kesehatan China.

China telah memberikan vaksin virus Corona eksperimental kepada ratusan ribu orang sejak Juli di bawah program penggunaan darurat yang disetujui oleh Beijing, sebelum keamanan dan kemanjurannya sepenuhnya dibuktikan oleh uji klinis.

Beberapa ahli dan pengembang vaksin di Barat telah memperingatkan terhadap otorisasi dini vaksin virus Corona sebelum uji coba tahap terakhir selesai.

Pejabat Komisi Kesehatan Nasional China, Zheng Zhongwei, mengatakan bahwa kabinet China, Dewan Negara, menyetujui rencana uji coba untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 pada akhir Juni.

"Setelah persetujuan, kami mengkomunikasikan dan memberi tahu perwakilan terkait dari kantor WHO di China dan memperoleh pemahaman dan dukungan dari WHO," katanya dalam konferensi pers seperti dikutip dari CNN, Sabtu (26/9/2020).

Pada konferensi pers itu, Dr. Mariangela Simao, asisten direktur jenderal WHO untuk akses ke obat-obatan dan produk kesehatan, mengatakan: "Negara-negara memiliki otonomi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan nasional mereka untuk mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk produk kesehatan apa pun, dan China dan negara lain telah melakukannya untuk produk yang berbeda. Dan WHO memiliki ketentuan daftar penggunaan darurat dan telah mengeluarkan beberapa produk untuk diagnosis."

China telah menjadi salah satu pemain terbesar dalam perlombaan global untuk mengembangkan vaksin virus Corona. Saat ini ada 11 vaksin dalam uji klinis dan empat dalam uji coba Fase 3. Menurut WHO, secara global, ada 38 vaksin dalam uji coba manusia, sembilan di antaranya telah mencapai tahap pengujian terakhir.

Bulan lalu, Zheng mengungkapkan dalam wawancara dengan CCTV penyiar negara bahwa China telah menggunakan vaksin virus Corona eksperimental pada orang-orang dalam profesi "berisiko tinggi" sejak 22 Juli.

Dalam sebuah wawancara ia mengatakan pekerja yang berisiko tinggi terpapar virus - termasuk personel medis garis depan, personel pencegahan epidemi, staf medis di klinik demam, dan petugas bea cukai serta perbatasan - memenuhi syarat untuk menerima vaksin.

Vaksin, yang belum menyelesaikan uji coba Tahap 3 itu, dikembangkan oleh Perusahaan Grup Biotec Nasional China milik negara, yang dikenal sebagai Sinopharm.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs Sinopharm bulan ini, perusahaan mengatakan dua kandidat vaksinnya telah diberikan "ratusan ribu kali" di bawah program penggunaan darurat yang disetujui oleh pemerintah.

Vaksin tersebut digunakan pada para profesional medis, diplomat yang dikerahkan ke negara-negara berisiko tinggi, dan karyawan perusahaan milik negara yang bekerja di luar negeri di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan China, menurut penasihat umum perusahaan, Zhou Song.

"Tidak ada satu kasus pun yang menunjukkan efek negatif yang signifikan, juga tidak ada yang terinfeksi," kata Zhou dalam pernyataan itu.(Baca juga: Terbongkar, China Suntik Puluhan Ribu Warga Sebelum Tes Vaksin Selesai )

Uji coba fase 3 untuk vaksin Sinopharm sedang dilakukan di Uni Emirat Arab, Bahrain, Peru, Maroko, dan Argentina.

Pekan lalu, UEA menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinopharm untuk pekerja garis depan, menurut kementerian kesehatan negara itu.(Baca juga: UEA Umumkan Persetujuan Darurat Penggunaan Vaksin Covid-19 )

Kandidat vaksin dalam uji coba Tahap 3 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech, perusahaan farmasi China lainnya, juga termasuk dalam program penggunaan darurat China, menurut Reuters.

Program itu muncul setelah pemerintah China menyetujui penggunaan kandidat vaksin yang berbeda untuk militer negara itu pada bulan Juni.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved