Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran

Senin, 27 Juli 2026 - 14:16 WIB
loading...
A A A
Babak permusuhan terbaru meletus karena perbedaan interpretasi terhadap MoU, yang dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak waktu untuk negosiasi mengenai program nuklir Iran. Teheran bersikeras bahwa mereka berhak untuk mengendalikan semua lalu lintas melalui Selat Hormuz dan telah menyebut rute yang ditetapkan oleh Angkatan Laut AS sebagai ilegal.

Sementara itu, Pentagon sedang mempertimbangkan apa yang bisa menjadi "operasi paling canggih dalam sejarah militer" untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya milik Iran, demikian dilaporkan New York Post pada hari Sabtu, mengutip sumber.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada media tersebut bahwa rencana itu akan mengirim ribuan pasukan darat untuk menyerbu situs nuklir yang sangat terlindungi, dengan tim kecil komando elit yang ditugaskan untuk pengambilan sebenarnya.

Lokasi pasti uranium yang diperkaya Iran – yang bisa menjadi kunci untuk menciptakan senjata nuklir – masih belum jelas. Teheran memiliki empat fasilitas nuklir utama di Fordo, Natanz, Isfahan, dan Gunung Pickaxe, dengan tiga fasilitas pertama menjadi sasaran serangan AS-Israel tahun lalu. Dari perkiraan 440 kg uranium yang diperkaya, sekitar 200 kilogram diyakini disimpan di terowongan dalam di luar Isfahan, dengan jumlah tambahan diperkirakan berada di Natanz.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada bulan Maret bahwa persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran tetap terkubur “di bawah reruntuhan” fasilitas yang terkena serangan AS dan Israel, menambahkan bahwa Iran saat ini “tidak memiliki rencana” untuk memulihkan atau mengurangi kandungan uranium tersebut.

Adapun Gunung Pickaxe, kompleks yang sangat dibentengi yang diukir jauh di dalam batuan dasar granit, terhindar dari serangan tahun lalu karena masih dalam pembangunan dan sebagian besar kosong pada saat itu.

Namun, fasilitas tersebut dilaporkan telah diperkuat, dengan AS dan Israel menyatakan bahwa Iran mungkin telah memindahkan sentrifugal – dan berpotensi uranium – lebih dalam ke bawah tanah di sana, meskipun situs tersebut diyakini belum sepenuhnya beroperasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Menlu Indonesia dan...
Menlu Indonesia dan 7 Negara Islam Kecam Tindakan Provokatif Israel di Masjid Al-Aqsa
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Wujud Menambang dengan...
Wujud Menambang dengan Hati, NHM Peduli Konsisten Layani Ratusan Warga melalui Ambulans Gratis
Bukan Kisah Vampir Biasa,...
Bukan Kisah Vampir Biasa, Microdrama V+Short Married to Vampire Tawarkan Cerita yang Fresh
6 Anggota Polres Tangsel...
6 Anggota Polres Tangsel Termasuk Kasat Narkoba Diserahkan ke Paminal Polda Metro
Berita Terkini
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved