Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:01 WIB
loading...
Anak 6 Tahun Meninggal...
Seorang anak gadis 6 tahun di China meninggal dalam uji coba rekayasa gen. Foto/Ilustrasi dari Johns Hopkins Medicine
A A A
BEIJING - Seorang anak gadis China berusia enam tahun meninggal setelah menerima terapi gen eksperimental untuk memperbaiki kondisi yang tidak mengancam jiwa. Uji coba rekayasa gen ini memicu penyelidikan pihak universitas yang membawahi ilmuwan yang terlibat.

Menurut investigasi Science dan Retraction Watch, anak gadis yang diberi nama samaran "Mei" tersebut meninggal pada Maret 2025, seminggu setelah menerima infus tulang belakang yang melibatkan triliunan virus—yang dirancang untuk menembus otak dan memperbaiki kondisi genetik langka yang menyebabkan gangguan kognitif ringan.

Baca Juga: China Akan Hukum Ilmuwan Pengedit Gen Bayi Kembar

Namun, menurut laporan tersebut, orang tuanya yang membayar lebih dari USD800.000 (lebih dari Rp14 miliar) untuk mendanai eksperimen tersebut, tidak diberi informasi yang memadai tentang risikonya.

Peneliti utama kemudian menerbitkan makalah tentang studi hewan terkait di jurnal bergengsi Nature yang tidak menyebutkan nama "Mei", hanya mencatat: "Menjembatani kesenjangan antara penelitian praklinis dan translasi klinis tetap menjadi tantangan yang signifikan."

Kematian yang sebelumnya tidak diungkapkan ini merupakan pukulan baru bagi ambisi China untuk menyaingi Amerika Serikat sebagai kekuatan bioteknologi setelah skandal tahun 2018 seputar He Jiankui, ahli biofisika yang secara diam-diam menghasilkan bayi hasil rekayasa genetika.

"Mei" memiliki kondisi genetik langka yang disebut sindrom Snijders Blok-Campeau, yang diketahui hanya menyerang 237 orang di seluruh dunia.

Disebabkan oleh mutasi satu basa DNA, yaitu T yang seharusnya C, sebagian besar individu yang terkena memiliki harapan hidup normal, memiliki kepala yang lebih besar dari normal dan defisit intelektual, meskipun tingkatnya sangat bervariasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tulis Grafiti 'Balas Dendam'
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Pakar: Meski Berdamai,...
Pakar: Meski Berdamai, 3 Oknum Polda Jabar di Kasus Alphard Tetap Harus Diproses Etik
Baru Ditunjuk Latih...
Baru Ditunjuk Latih Jerman, Jurgen Klopp Langsung Ancam Mundur, Ada Apa?
Berita Terkini
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
AS Pertimbangkan Operasi...
AS Pertimbangkan Operasi Paling Canggih untuk Curi Stok Uranium Iran, Libatkan Ribuan Tentara
3 Alasan Kuwait dan...
3 Alasan Kuwait dan Bahrain Melancarkan Serangan Udara ke Iran, Lelah dan Capek Jadi Target
Siapa Kozo Okamoto?...
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Infografis
China Berhasil Lakukan...
China Berhasil Lakukan Uji Coba High-speed Flying Train
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved