Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
Senin, 27 Juli 2026 - 04:40 WIB
loading...
Kozo Okamoto dikenal sebagai militan Tentara Merah Jepang yang mengaku berjuang untuk Palestina. Foto/X/@TheCradleMedia
A
A
A
BEIRUT - Militan Tentara Merah Jepang Kozo Okamoto, satu-satunya pelaku yang masih hidup dari serangan Bandara Lod tahun 1972 di Israel yang menewaskan 26 orang, telah meninggal di Lebanon pada usia 78 tahun. Itu diungkapkan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).
Kelompok Palestina tersebut mengatakan Okamoto meninggal pada 23 Juli di pinggiran selatan Beirut, tempat ia tinggal selama beberapa dekade setelah diberikan suaka politik oleh Lebanon.
Ketiga pria itu tiba di Bandara Lod, yang sekarang bernama Bandara Ben Gurion, dengan penerbangan dari Paris sebelum mengambil senjata api dan granat dari bagasi mereka dan melepaskan tembakan di aula kedatangan.
Serangan itu menewaskan 26 orang, termasuk warga sipil Israel dan pengunjung asing, di antaranya sekelompok besar peziarah Kristen dari Puerto Rico, dan melukai puluhan lainnya.
Dua kaki tangan Okamoto tewas selama serangan itu, sementara ia terluka dan ditangkap oleh otoritas Israel.
Kelompok Palestina tersebut mengatakan Okamoto meninggal pada 23 Juli di pinggiran selatan Beirut, tempat ia tinggal selama beberapa dekade setelah diberikan suaka politik oleh Lebanon.
Siapa Kozo Okamoto? Militan Tentara Merah Jepang yang Mengaku Berjuang untuk Palestina
1. Anggota Tentara Merah Jepang
Melansir The New Arab, Okamoto adalah salah satu dari tiga anggota Tentara Merah Jepang (JRA) sayap kiri yang melakukan serangan pada 30 Mei 1972 atas nama PFLP, yang menandai salah satu serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.Ketiga pria itu tiba di Bandara Lod, yang sekarang bernama Bandara Ben Gurion, dengan penerbangan dari Paris sebelum mengambil senjata api dan granat dari bagasi mereka dan melepaskan tembakan di aula kedatangan.
Serangan itu menewaskan 26 orang, termasuk warga sipil Israel dan pengunjung asing, di antaranya sekelompok besar peziarah Kristen dari Puerto Rico, dan melukai puluhan lainnya.
Dua kaki tangan Okamoto tewas selama serangan itu, sementara ia terluka dan ditangkap oleh otoritas Israel.
Lihat Juga :