Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinvus Triliunan Virus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:01 WIB
loading...
A A A
Bagi "Mei", ini berarti masih berbicara dalam kalimat sederhana pada usia enam tahun dan makan dengan sumpit latihan, meskipun terapi bicara dan terapi okupasi membantunya.

Uji coba rekayasa gen ini dipimpin oleh ahli saraf Zilong Qiu, salah satu dari beberapa peneliti di seluruh dunia yang berlomba untuk mengubah editor basa—bentuk yang lebih presisi dari editor gen CRISPR—menjadi perawatan khusus untuk anak-anak dengan kondisi genetik langka.

Hanya sebulan sebelumnya, seorang bayi dengan gangguan metabolisme yang mengancam jiwa berhasil menerima perawatan tersebut di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Dengan perawatan "Mei", Qiu bertujuan untuk menciptakan terapi pengeditan gen pertama di dunia yang ditujukan pada otak, menulis ulang gen yang bermutasi di neuronnya sehingga dia dapat menghasilkan protein vital.

Namun, dia meninggal seminggu kemudian karena reaksi imun yang parah.

Tujuh ahli yang meninjau detailnya untuk Science dan Retraction Watch mengatakan Qiu dan timnya meremehkan risiko uji coba dan tetap melanjutkannya meskipun peluang keberhasilannya rendah.

Mereka juga menyerukan peninjauan penuh terhadap data yang diajukan untuk makalah Nature, dengan mengatakan beberapa temuan dapat menyebabkan penarikan kembali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Menakar Masa Depan di...
Menakar Masa Depan di Balik Dana Abadi Daerah
Baru Ditunjuk Latih...
Baru Ditunjuk Latih Jerman, Jurgen Klopp Langsung Ancam Mundur, Ada Apa?
Kaesang Tantang Puan...
Kaesang Tantang Puan di Pileg 2029, Pertarungan Terbuka Megawati vs Jokowi
Berita Terkini
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Tabraki Pawai LGBTQ Berlin Ditembak Mati, Namanya Abdul Ballout
Infografis
Gejala HMPV pada Anak,...
Gejala HMPV pada Anak, Penyakit yang Mewabah di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved