China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Pelabuhan China di Afrika
Kenya saat ini mengeluarkan lebih dari USD1 miliar per tahun untuk membayar kewajiban utang terkait proyek tersebut.
Laporan Auditor Jenderal Kenya Nancy Gathungu pada 2025 menunjukkan bahwa China Exim Bank merupakan kreditur eksternal terbesar Kenya, dengan kewajiban pembayaran pokok mencapai USD741 juta, bunga USD222 juta, dan penalti sebesar USD41 juta pada tahun anggaran 2025-2026.
Selain persoalan ekonomi, sejumlah analis juga menyoroti potensi dimensi keamanan dari investasi pelabuhan China di Afrika.
Analisis media Italia; Italia Nel Futuro, menyebut Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA Navy) melakukan sedikitnya 15 kunjungan pelabuhan di Afrika sepanjang 2024 dan 2025, termasuk ke Pantai Gading, Kenya, Republik Kongo, dan Afrika Selatan.
Kasus Djibouti sering dijadikan contoh utama.
Pelabuhan Doraleh yang dibangun China mulai beroperasi pada Mei 2017 sebagai fasilitas komersial. Namun dua bulan kemudian, Beijing meresmikan pangkalan militer luar negeri pertamanya yang berlokasi hanya beberapa menit dari pelabuhan tersebut.
Menurut laporan tersebut, fasilitas itu kini memiliki kapasitas untuk mendukung operasi kapal perusak, fregat, hingga kemungkinan kapal induk, sementara jumlah personel permanen dilaporkan telah meningkat menjadi lebih dari 3.000 orang.
Pakar otoritas pelabuhan Italia, Pino Musolino, memperingatkan bahwa konsentrasi kekuatan militer di Djibouti berpotensi mengubah Tanduk Afrika menjadi "zona kontestasi kekuatan besar".
"Militerisasi ini mempersulit stabilitas regional dan mengurangi ruang gerak negara-negara Afrika dalam tata kelola keamanan," tutur Musolino.
Ia juga mengidentifikasi sejumlah pelabuhan lain yang berpotensi memiliki fungsi ganda sipil dan militer, termasuk Walvis Bay di Namibia, Tin Can Island di Nigeria, Nacala di Mozambik, serta Victoria di Seychelles.
Lihat Juga :