Rusia Kecam AS karena Kerahkan Kapal Induk Nuklir Diduga untuk Menginvasi Kuba

Jum'at, 22 Mei 2026 - 08:31 WIB
loading...
Rusia Kecam AS karena...
Rusa kecam AS karena mengerahkan kapal induk USS Nimitz ke Laut Karibia yang diduga untuk menginvasi Kuba. Foto/X @Southcom
A A A
MOSKOW - Rusia mengecam keras Amerika Serikat (AS) atas apa yang disebutnya sebagai upaya sengaja untuk membuat Kuba bertekuk lutut, saat Washington mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Nimitz ke Karibia dan membuka dakwaan federal terhadap mantan pemimpin Kuba Raul Castro.

Diplomat tertinggi Uni Eropa turut menyuarakan sikap serupa, menyerukan diakhirinya "pengendalian dan isolasi" yang mencekik Kuba.

Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk USS Nimitz ke Karibia, Diduga Akan Menginvasi Kuba

Pengerahan kapal induk USS Nimitz dan kelompok tempurnya ke Laut Karibia diduga untuk menginvasi Kuba setelah Presiden AS Donald Trump berkali-kali menyatakan bahwa negara komunis itu akan menjadi target berikutnya setelah Iran.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengatakan bahwa pengerahan kelompok tempur kapal induk Amerika ke wilayah tersebut merupakan sinyal yang diperhitungkan. "Langkah tersebut tampaknya dirancang untuk menunjukkan bahwa intervensi bersenjata terhadap Kuba dapat dilakukan," katanya, seperti dikutip dari situs resmi kementerian tersebut, Jumat (22/5/2026).

Moskow menarik paralel langsung dengan peristiwa di Venezuela, menyebut pola tekanan tersebut tidak dapat disangkal. "Kami mengutuk keras upaya untuk membuat rakyat Kuba bertekuk lutut," lanjut kementerian tersebut, mendesak Havana dan Washington untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui negosiasi berdasarkan rasa saling menghormati.

AS Mendakwa Raul Castro


Dampak diplomatik ini menyusul keputusan Departemen Kehakiman untuk membuka dakwaan terhadap Raul Castro (94), yang menuduhnya berkonspirasi untuk membunuh warga negara AS, pembunuhan, dan penghancuran pesawat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved