Iran Klaim Pengekangan Teheran Telah Berakhir

Minggu, 10 Mei 2026 - 19:20 WIB
loading...
Iran Klaim Pengekangan...
Iran klaim pengekangan Teheran telah berakhir. Foto/X
A A A
TEHERAN - Juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional parlemen Iran , Ebrahim Rezaei, mengatakan bahwa mulai hari ini, “pengekangan Teheran telah berakhir”.

“Setiap agresi terhadap kapal-kapal kami akan dibalas dengan respons Iran yang berat dan tegas terhadap kapal dan pangkalan Amerika,” tulis Rezaei di X, dilansir Al Jazeera.

“Waktu terus berjalan melawan kepentingan Amerika; akan lebih menguntungkan bagi mereka untuk tidak bertindak bodoh dan semakin terperosok ke dalam rawa yang telah mereka alami. Langkah terbaik adalah menyerah dan memberikan konsesi. Anda harus terbiasa dengan tatanan regional yang baru.”

Komentar juru bicara tersebut diposting setelah juru bicara militer Iran, Akrami Nia, memperingatkan pagi ini bahwa negara mana pun yang memberlakukan sanksi AS terhadap Iran “pasti akan menghadapi kesulitan melewati Selat Hormuz”, menurut Kantor Berita Tasnim.



Kemudian, melansir Al Jazeera, dalam hal keterlibatan diplomatik, tampaknya kedua belah pihak telah memutuskan untuk tidak membocorkan apa yang terjadi di balik pintu tertutup.

Juru bicara militer mengatakan, jika mereka kembali menjadi sasaran, musuh Iran akan terkejut dengan senjata baru, metode perang baru, dan arena perang baru. Ia juga mengatakan negara-negara yang mengikuti AS dalam memberlakukan sanksi terhadap Iran akan menghadapi kesulitan dalam hal transit melalui Selat Hormuz.

Sementara itu, juru bicara komite keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Iran mengatakan bahwa pengekangan Iran telah berakhir dan bahwa setiap serangan terhadap kapal mereka akan dibalas dengan respons yang berat dan tegas.

Sementara itu, terdapat beragam sentimen di antara warga. Sejak awal perang, orang-orang telah berkumpul untuk menunjukkan rasa nasionalisme dan dukungan mereka terhadap pemerintahan. Namun kita juga tahu bahwa ada rasa frustrasi, terutama terkait dengan kenaikan harga yang pesat dan kesulitan ekonomi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Trump Tuduh China Pegang...
Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Rekomendasi
BKN Umumkan Sekolah...
BKN Umumkan Sekolah Kedinasan 2026 Akan Segera Dibuka, Cek Daftar Instansinya
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Selamat Datang Piala...
Selamat Datang Piala Dunia 2030: Pesta Sepak Bola 6 Negara dan 3 Benua!
Berita Terkini
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved