4 Tahun Perang Rusia-Ukraina, UE Sebut China Terus Dukung Moskow

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:50 WIB
loading...
4 Tahun Perang Rusia-Ukraina,...
Uni Eropa sebut China terus mendukung Moskow bahkan ketika invasi Rusia ke Ukraina sudah berjalan empat tahun. Foto/RIA Novosti
A A A
JAKARTA - Sejak awal invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, para pembuat kebijakan Barat memperdebatkan apakah tekanan diplomatik dan sanksi dapat mendorong China untuk membatasi dukungannya terhadap Moskow.

Namun, saat perang Rusia-Ukraina memperingati tahun keempat menuju tahun kelima, dukungan China ke Rusia justru semakin dalam.

Para pejabat senior Eropa mengatakan kepada RFE/RL bahwa Beijing telah memberikan jalur penyelamat ekonomi penting bagi Rusia melalui pembelian energi, pasokan mineral penting untuk produksi drone, serta aliran stabil barang penggunaan ganda seperti mikroelektronik dan peralatan industri.

Baca Juga: AS dan Ukraina Tuding China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

“Itulah sebabnya kami terus berdialog dengan China untuk mengarahkan mereka pada titik yang tidak dapat dihindari ini,” kata seorang diplomat Uni Eropa yang berbicara dengan syarat anonim, sebagaimana dikutip dari Radio Free Europe/Radio Liberty, Selasa (24/2/2026).

Para pejabat dan analis mengatakan China memang belum memberikan bantuan militer langsung, tetapi terus memperluas kerja sama ekonomi, teknologi, dan diplomatik dengan Moskow. Hubungan yang semakin erat ini diperkirakan akan terus berkembang tahun ini dan membuat upaya pemerintah Eropa untuk memengaruhi Beijing semakin sulit.

Analis mengatakan pejabat China awalnya khawatir terhadap dampak ekonomi perang, tetapi kini menyimpulkan konflik tersebut justru menguntungkan Beijing karena membuat Eropa tetap fokus pada Ukraina, bukan Asia. Dampak ekonomi terhadap China sejauh ini juga relatif kecil dan terbatas pada kilang minyak independen serta perusahaan swasta tertentu.

“China tidak mengharapkan konsekuensi besar karena sejauh ini memang belum ada,” kata Eva Seiwert, analis senior di lembaga think tank MERICS, Berlin. “China tahu Eropa kemungkinan tidak akan menjatuhkan sanksi penuh dan berusaha menjaga dukungannya tetap di bawah ambang yang memicu respons lebih besar.”


China Jadi Penopang Ekonomi Rusia


Sejak Februari 2022, Uni Eropa (UE) telah memasukkan sejumlah perusahaan China ke dalam daftar hitam karena dianggap terlibat dalam rantai pasok atau aliran keuangan yang mendukung upaya perang Rusia. Daftar itu diperkirakan akan bertambah dalam paket sanksi ke-20 Uni Eropa yang akan diumumkan pada 24 Februari, bertepatan dengan peringatan empat tahun invasi Rusia.

Namun langkah tersebut belum berhasil menghentikan dukungan China.

Ketika India baru-baru ini mulai mengurangi pembelian minyak Rusia, China justru meningkatkan impornya. Data perusahaan analitik Kpler menunjukkan impor minyak Rusia oleh China mencapai rekor tertinggi pada Februari setelah meningkat selama tiga bulan terakhir.

Benjamin Schmitt, peneliti senior di University of Pennsylvania, mengatakan sanksi dan kontrol ekspor Barat belum cukup kuat untuk menahan dukungan Beijing.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Netanyahu: Israel Masih...
Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!
Rekomendasi
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Siap-siap Banjir Pasokan...
Siap-siap Banjir Pasokan Minyak Dunia, Morgan Stanley Koreksi Harga Brent di Angka USD75/Barel
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
4 Senjata Andalan China,...
4 Senjata Andalan China, dari Robot Serigala hingga Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved