4 Tahun Perang Rusia-Ukraina, UE Sebut China Terus Dukung Moskow

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:50 WIB
loading...
A A A
“Dampak kebijakan sanksi sering tertinggal jauh dibandingkan cakupan sanksi yang diberlakukan,” katanya.

Saat ini, China menyerap lebih dari 40 persen ekspor minyak Rusia dan menjadi pemasok utama barang penggunaan ganda prioritas tinggi.

Selain itu, Presiden China Xi Jinping juga membantu meredakan tekanan diplomatik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan berinteraksi dengannya sebanyak 19 kali sejak invasi dimulai, baik melalui pertemuan langsung maupun telepon.

Artur Kharitonov, Presiden Liga Demokrat Liberal Ukraina, mengatakan aliran barang dan teknologi dari China memungkinkan Rusia terus melanjutkan perang.

“Rusia dapat melanjutkan perang ini selama diperlukan,” katanya.

Kedua negara juga berupaya menghindari sanksi Barat dengan menggunakan mata uang rubel dan yuan dalam perdagangan. Pejabat Rusia mengatakan 99 persen perdagangan bilateral pada 2025 menggunakan kedua mata uang tersebut.

Di sisi lain, Uni Eropa menghindari sanksi luas terhadap China karena hubungan ekonomi yang sangat kuat. Perdagangan Uni Eropa–China mencapai sekitar USD785 miliar pada 2024.

Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna mengatakan kondisi ini membuat Eropa berada dalam dilema antara melindungi ekonominya atau mengambil langkah keras terhadap China.

Dilema Eropa terhadap China


Para pejabat Eropa berpendapat hanya dengan tetap berinteraksi dengan Xi Jinping mereka dapat memengaruhi posisi China.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami berharap Beijing menggunakan pengaruhnya,” kata Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Serukan Duduki Lebanon, Tangkapi Perempuan dan Anak-Anak
Rekomendasi
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Berita Terkini
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved