Trump Heran Mengapa Iran Belum Menyerah?
Minggu, 22 Februari 2026 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya pada hari Kamis (19 Februari), Trump memperingatkan Iran untuk membuat "kesepakatan yang berarti" dalam waktu 10-15 hari atau menghadapi konsekuensi yang serius, yang mengindikasikan kemungkinan aksi militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Ikut Ritual Menyiksa Anak, Pangeran Andrew Dituding Pemuja Setan
AS telah memperluas penempatan militernya di Timur Tengah dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang ditempatkan di dekat perairan Iran, menandakan kesiapan di tengah meningkatnya retorika.
Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan, menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan menjadikan pangkalan, fasilitas, dan aset AS sebagai "target yang sah".
Awal pekan ini, Witkoff dan Jared Kushner bertemu secara tidak langsung di Jenewa dengan diplomat utama Iran selama pembicaraan yang dimediasi Oman pada hari Selasa (17 Februari). Sementara Teheran mengisyaratkan kemajuan pada "prinsip-prinsip panduan," para pejabat AS bersikeras bahwa garis merah utama dalam pengembangan nuklir masih belum terselesaikan.
Baca Juga: Ikut Ritual Menyiksa Anak, Pangeran Andrew Dituding Pemuja Setan
AS telah memperluas penempatan militernya di Timur Tengah dengan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln yang ditempatkan di dekat perairan Iran, menandakan kesiapan di tengah meningkatnya retorika.
Sementara itu, duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan, menyatakan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan menjadikan pangkalan, fasilitas, dan aset AS sebagai "target yang sah".
Awal pekan ini, Witkoff dan Jared Kushner bertemu secara tidak langsung di Jenewa dengan diplomat utama Iran selama pembicaraan yang dimediasi Oman pada hari Selasa (17 Februari). Sementara Teheran mengisyaratkan kemajuan pada "prinsip-prinsip panduan," para pejabat AS bersikeras bahwa garis merah utama dalam pengembangan nuklir masih belum terselesaikan.
(ahm)
Lihat Juga :