Jepang Rampas Kapal China dan Tangkap Kaptennya, Bisa Picu Perseteruan Baru

Jum'at, 13 Februari 2026 - 10:05 WIB
loading...
Jepang Rampas Kapal...
Pihak berwenang Jepang menyita kapal penangkap ikan China dan menangkap kaptennya. Foto/Kyodo
A A A
TOKYO - Pihak berwenang Jepang telah menyita atau merampas sebuah kapal penangkap ikan China dan menangkap kaptennya pada hari Kamis. Tindakan ini kemungkinan akan semakin meningkatkan ketegangan dengan Beijing.

Pada November lalu, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi membuat marah China dengan menyatakan bahwa Tokyo akan melakukan intervensi militer jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan kekerasan.

Baca Juga: Sang Iron Lady Sanae Takaichi Menang Telak Pemilu Jepang, Bakal Terus Melawan China?

“Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti guna diperiksa oleh inspektur perikanan, tetapi kapal tersebut gagal mematuhi dan melarikan diri,” kata badan perikanan Jepang dalam sebuah pernyataan, yang dikutip AFP, Jumat (13/2/2026).

“Akibatnya, kapten kapal ditangkap pada hari yang sama,” lanjut pernyataan tersebut.

Insiden ini terjadi di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki, 89,4 mil laut (165 kilometer) selatan-barat daya pulau Meshima.

Ini adalah pertama kalinya sejak 2022 badan tersebut menyita kapal penangkap ikan China.

Kapten kapal dalam insiden terbaru ini adalah warga negara China berusia 47 tahun. Ada 11 orang di atas kapal termasuk kapten.

China memiliki sejumlah sengketa teritorial dengan Jepang, dan telah terjadi insiden berulang di sekitar Kepulauan Senkaku, yang dikenal di China sebagai Diaoyu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
FIFA Hadiahkan Cincin...
FIFA Hadiahkan Cincin Juara di Final Piala Dunia 2026
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
Berita Terkini
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved