Jepang Rampas Kapal China dan Tangkap Kaptennya, Bisa Picu Perseteruan Baru
Jum'at, 13 Februari 2026 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
Penangkapan kapten kapal nelayan China lainnya pernah terjadi pada tahun 2010 di lepas pantai pulau-pulau tersebut di Laut China Timur. Penangkapan itu telah menjadi insiden diplomatik besar antara kedua negara.
Jepang dan China memiliki hubungan ekonomi yang erat, tetapi komentar Takaichi tentang Taiwan telah membuat hubungan kembali memburuk.
China telah lama bersikeras bahwa Taiwan, yang diduduki selama beberapa dekade oleh Jepang hingga tahun 1945, adalah wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai "penyatuan kembali".
Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan kepada AFP dalam sebuah wawancara bahwa negara-negara di kawasan tersebut akan menjadi target China berikutnya jika Beijing merebut pulau Taiwan.
"Jika China mengambil Taiwan, Beijing akan menjadi lebih agresif, merusak perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dan tatanan internasional berbasis aturan," katanya.
“Negara-negara berikutnya yang terancam adalah Jepang, Filipina, dan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik, dengan dampak yang akhirnya mencapai Amerika dan Eropa,” ujarnya.
Sejak komentar keras Takaichi, Beijing telah memanggil duta besar Tokyo, memperingatkan warga negara China untuk tidak mengunjungi Jepang, dan melakukan latihan udara bersama dengan Rusia.
Pada Desember lalu, jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning China dua kali melakukan penguncian radar terhadap pesawat Jepang di perairan internasional dekat Okinawa.
Perselisihan soal Taiwan
Jepang dan China memiliki hubungan ekonomi yang erat, tetapi komentar Takaichi tentang Taiwan telah membuat hubungan kembali memburuk.
China telah lama bersikeras bahwa Taiwan, yang diduduki selama beberapa dekade oleh Jepang hingga tahun 1945, adalah wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai "penyatuan kembali".
Presiden Taiwan Lai Ching-te mengatakan kepada AFP dalam sebuah wawancara bahwa negara-negara di kawasan tersebut akan menjadi target China berikutnya jika Beijing merebut pulau Taiwan.
"Jika China mengambil Taiwan, Beijing akan menjadi lebih agresif, merusak perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dan tatanan internasional berbasis aturan," katanya.
“Negara-negara berikutnya yang terancam adalah Jepang, Filipina, dan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik, dengan dampak yang akhirnya mencapai Amerika dan Eropa,” ujarnya.
Sejak komentar keras Takaichi, Beijing telah memanggil duta besar Tokyo, memperingatkan warga negara China untuk tidak mengunjungi Jepang, dan melakukan latihan udara bersama dengan Rusia.
Pada Desember lalu, jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning China dua kali melakukan penguncian radar terhadap pesawat Jepang di perairan internasional dekat Okinawa.
Lihat Juga :