Jepang Rampas Kapal China dan Tangkap Kaptennya, Bisa Picu Perseteruan Baru
Jum'at, 13 Februari 2026 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
China juga memperketat kontrol ekspor ke Jepang untuk barang-barang yang berpotensi digunakan untuk keperluan militer, yang memicu kekhawatiran bahwa Beijing dapat mencekik pasokan mineral langka yang vital.
Selain itu, Beijing dilaporkan menangguhkan impor makanan laut Jepang. Dua panda terakhir Jepang bahkan dikembalikan ke China bulan lalu.
Takaichi (64) dipandang sebagai tokoh yang keras terhadap China sebelum menjadi PM wanita pertama Jepang pada bulan Oktober.
Dia juga menang telak dalam pemilu sela pada hari Minggu, menempatkannya pada posisi yang kuat selama empat tahun ke depan untuk memberikan pengaruhnya pada kebijakan dalam negeri dan luar negeri Jepang.
Dia mengatakan pada hari Senin bahwa dia terbuka untuk berbagai dialog dengan China.
Namun, Kementerian Luar Negeri China mengatakan dialog yang tulus harus dibangun atas dasar saling menghormati.
"Mengumumkan dialog dengan mulut sambil terlibat dalam konfrontasi—tidak ada yang akan menerima dialog semacam ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers.
"Jika Jepang benar-benar ingin mengembangkan hubungan strategis dan saling menguntungkan dengan China, itu sangat mudah dan jelas: tarik kembali pernyataan Takaichi yang keliru tentang Taiwan," katanya.
Selain itu, Beijing dilaporkan menangguhkan impor makanan laut Jepang. Dua panda terakhir Jepang bahkan dikembalikan ke China bulan lalu.
Takaichi, Pemimpin yang Keras
Takaichi (64) dipandang sebagai tokoh yang keras terhadap China sebelum menjadi PM wanita pertama Jepang pada bulan Oktober.
Dia juga menang telak dalam pemilu sela pada hari Minggu, menempatkannya pada posisi yang kuat selama empat tahun ke depan untuk memberikan pengaruhnya pada kebijakan dalam negeri dan luar negeri Jepang.
Dia mengatakan pada hari Senin bahwa dia terbuka untuk berbagai dialog dengan China.
Namun, Kementerian Luar Negeri China mengatakan dialog yang tulus harus dibangun atas dasar saling menghormati.
"Mengumumkan dialog dengan mulut sambil terlibat dalam konfrontasi—tidak ada yang akan menerima dialog semacam ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers.
"Jika Jepang benar-benar ingin mengembangkan hubungan strategis dan saling menguntungkan dengan China, itu sangat mudah dan jelas: tarik kembali pernyataan Takaichi yang keliru tentang Taiwan," katanya.
(mas)
Lihat Juga :