Siapa Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang Diasingkan Pendorong Protes Anti-Pemerintah?

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:28 WIB
loading...
Siapa Reza Pahlavi,...
Reza Pahlavi, putra mahkota dari rezim Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979. Dialah yang mendorong demo anti-pemerintah Iran. Foto/X @PahlaviReza
A A A
TEHERAN - Reza Pahlavi (65), putra mahkota Iran yang diasingkan, telah menjadi suara terkemuka yang mendorong para pengunjuk rasa untuk menggelar demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Pahlavi telah mendesak para pengunjuk rasa untuk turun ke jalan, membantu mengubah apa yang awalnya merupakan keluhan atas melemahnya ekonomi Republik Islam menjadi ancaman bagi rezim teokrasi negara tersebut.

Namun, siapakah Pahlavi? Mengapa dia tinggal di luar Iran selama hampir 50 tahun, dan bagaimana peluangnya untuk memimpin negara di masa depan?

Baca Juga: Iran Nyatakan Siap Perang, Tak Gentar dengan Ancaman AS

Sosok Putra Mahkota Reza Pahlavi


Reza Pahlavi lahir pada 31 Oktober 1960 dan tumbuh sebagai putra mahkota penerus ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi. Dia mewarisi takhta dari ayahnya sendiri, seorang perwira militer yang merebut kekuasaan di Iran dengan dukungan dari Inggris.

Pada usia tujuh tahun, foto-foto yang beredar menunjukkan dia duduk di samping takhta ayahnya yang bertatahkan permata dengan seragam anak-anak Shah.

Gaya hidup mewah monarki pada saat itu turut memicu ketidakpuasan di kalangan warga Iran yang berada di sisi yang salah dari kesenjangan kekayaan yang semakin lebar akibat inflasi yang melonjak dan upaya Shah untuk memodernisasi ekonomi yang bergantung pada minyak.

Pahlavi meninggalkan Iran sebelum ayahnya dipaksa lengser, menuju Amerika Serikat (AS) untuk berlatih sebagai pilot tempur. Dia kemudian menulis bahwa dia menawarkan diri untuk bertugas dalam perang dengan Irak pada tahun 1980-an ketika negara teokratis Iran yang masih muda diserang, tetapi tawarannya ditolak.

Dia belajar ilmu politik di Universitas Southern California.

Setelah kematian ayahnya, pihak istana kerajaan yang diasingkan mengumumkan bahwa Pahlavi telah mengambil alih peran shah pada tanggal 31 Oktober 1980—tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-20.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved