Siapa Reza Pahlavi, Putra Mahkota Iran yang Diasingkan Pendorong Protes Anti-Pemerintah?

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:28 WIB
loading...
A A A
Media pemerintah Iran, yang menggambarkan Pahlavi sebagai sosok yang tidak peka dan korup, menyalahkan "elemen teroris monarkis" atas demonstrasi pada 8 Januari di mana kendaraan dibakar dan pos polisi diserang.

Dia juga hanya mendapat sedikit dukungan dari pemerintah Barat di luar negeri—baik di Washington, sekutu dekat Iran pada masa Shah, maupun di ibu kota Eropa, yang telah lama kritis terhadap Republik Islam dan program nuklirnya.

Dia semakin mempolarisasi opini selama kunjungan ke Israel pada tahun 2023, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat Zionis lainnya.

Seiring dengan berlangsungnya protes terbaru, Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa saat ini dia tidak cenderung untuk bertemu dengan Pahlavi, menunjukkan bahwa dia menunggu untuk melihat hasil protes sebelum mendukung seorang pemimpin oposisi.

Apa Ide-idenya untuk Masa Depan Iran?


Dalam pesan-pesannya sejak protes nasional pecah—yang telah diblokir oleh pemadaman internet oleh pemerintah—Pahlavi telah mengatakan kepada warga Iran bahwa dia siap memimpin transisi.

Dia sebelumnya telah mengemukakan gagasan bahwa Iran dapat menjadi monarki konstitusional, mungkin dengan penguasa terpilih daripada yang turun temurun, tetapi mengatakan bahwa itu akan terserah kepada warga Iran untuk memilih.

"Hanya ada satu cara untuk mencapai perdamaian: Iran yang sekuler dan demokratis. Saya di sini hari ini untuk menyerahkan diri kepada rekan-rekan sebangsa saya untuk memimpin mereka di jalan menuju perdamaian dan transisi demokratis," katanya dalam pidato yang diposting di X pada 23 Juni sesaat sebelum berakhirnya perang 12 hari antara Iran dan Israel pada tahun 2025.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved