Tetangga Indonesia Ini Berani Kecam China yang Latihan Perangnya Mengepung Taiwan
Kamis, 01 Januari 2026 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain ancaman pasukan Australia yang akan berkonflik langsung dengan militer China, gangguan yang akan ditimbulkan oleh invasi Taiwan terhadap jalur pelayaran utama dapat sangat merugikan Australia dan sebagian besar wilayah tersebut, dengan sekitar USD3,65 triliun barang dagangan yang melintasi Selat Taiwan setiap tahunnya.
Secara lebih luas, jalur Laut China Selatan akan terancam dan memengaruhi sepertiga pelayaran global.
Hal ini juga akan memutus pasokan bahan bakar olahan Australia dari Asia Utara, termasuk eksportir utama Korea Selatan dan Jepang.
Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan pada bulan Juni bahwa Beijing mungkin berencana untuk menyerang Taiwan paling cepat pada tahun 2027.
“Izinkan saya memperjelas, setiap upaya oleh Komunis China untuk menaklukkan Taiwan dengan kekerasan akan mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan bagi Indo-Pasifik dan dunia,” kata Hegseth dalam forum Shangri La Dialogue.
“Tidak ada alasan untuk memperhalus kenyataan. Ancaman yang ditimbulkan China itu nyata dan bisa terjadi dalam waktu dekat. Kita berharap tidak, tetapi tentu saja bisa terjadi.”
Bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles di sela-sela konferensi tersebut, dia secara langsung meminta Australia untuk meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi 3,5 persen dari PDB.
Pemerintah Perdana Menteri Anthony Albanese dengan cepat menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan Australia akan menetapkan anggaran militernya sendiri.
Namun beberapa hari kemudian, Marles, yang juga menteri pertahanan, mengakui bahwa peningkatan militer China yang pesat mendorong “kecemasan keamanan”.
Pandangan Hegseth juga tercermin dalam Strategi Keamanan Nasional AS yang dirilis awal bulan ini.
Secara lebih luas, jalur Laut China Selatan akan terancam dan memengaruhi sepertiga pelayaran global.
Hal ini juga akan memutus pasokan bahan bakar olahan Australia dari Asia Utara, termasuk eksportir utama Korea Selatan dan Jepang.
Menteri Perang AS Pete Hegseth memperingatkan pada bulan Juni bahwa Beijing mungkin berencana untuk menyerang Taiwan paling cepat pada tahun 2027.
“Izinkan saya memperjelas, setiap upaya oleh Komunis China untuk menaklukkan Taiwan dengan kekerasan akan mengakibatkan konsekuensi yang menghancurkan bagi Indo-Pasifik dan dunia,” kata Hegseth dalam forum Shangri La Dialogue.
“Tidak ada alasan untuk memperhalus kenyataan. Ancaman yang ditimbulkan China itu nyata dan bisa terjadi dalam waktu dekat. Kita berharap tidak, tetapi tentu saja bisa terjadi.”
Bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles di sela-sela konferensi tersebut, dia secara langsung meminta Australia untuk meningkatkan pengeluaran pertahanannya menjadi 3,5 persen dari PDB.
Pemerintah Perdana Menteri Anthony Albanese dengan cepat menolak permintaan tersebut, dengan mengatakan Australia akan menetapkan anggaran militernya sendiri.
Namun beberapa hari kemudian, Marles, yang juga menteri pertahanan, mengakui bahwa peningkatan militer China yang pesat mendorong “kecemasan keamanan”.
Pandangan Hegseth juga tercermin dalam Strategi Keamanan Nasional AS yang dirilis awal bulan ini.
Lihat Juga :