Tetangga Indonesia Ini Berani Kecam China yang Latihan Perangnya Mengepung Taiwan

Kamis, 01 Januari 2026 - 13:31 WIB
loading...
Tetangga Indonesia Ini...
Australia kecam latihan perang China yang mengepung Taiwan. Foto/CCTV
A A A
SYDNEY - Pemerintah Australia mengecam latihan perang China, di mana kapal-kapal perang Beijing mengepung Taiwan dan melakukan manuver tembak langsung. Latihan itu juga mengerahkan jet-jet tempur yang mensimulasikan serangan terhadap target maritim dan udara.

China selama ini mengeklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan telah meningkatkan latihan perang untuk menyerang dan memblokade pulau yang memerintah sendiri secara demokratis itu dalam beberapa tahun terakhir. Tindakan Beijing telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia bahwa janji abadi Presiden Xi Jinping untuk menyatukan kembali China dengan Taiwan dapat terwujud dengan kekerasan.

Latihan perang selama dua hari pada awal pekan ini, yang diberi nama "Misi Keadilan 2025", adalah yang terbesar hingga saat ini dan terjadi setelah Amerika Serikat mengumumkan penjualan paket senjata untuk Taiwan senilai USD16,6 miliar.

Baca Juga: Kepung Taiwan, China Memulai Latihan Tembak Langsung Hari Kedua

Kesepakatan itu tidak diterima dengan baik di Beijing, dengan Kementerian Pertahanan China memperingatkan bahwa mereka akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Para analis asing, termasuk di Australia, secara umum sepakat bahwa Taiwan adalah titik rawan yang paling mungkin untuk konflik regional dan bahwa Canberra akan terlibat, baik karena kebutuhan untuk melindungi kepentingan perdagangan atau karena kewajiban untuk mendukung AS yang mempertahankan ambiguitas strategis tentang apakah mereka akan menanggapi invasi China dengan kekuatan.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengatakan pada hari Rabu bahwa tindakan China berisiko membahayakan perdamaian regional.

“Latihan militer dan Penjaga Pantai China di sekitar Taiwan sangat mengkhawatirkan, mengganggu stabilitas, dan berisiko memicu ketegangan regional,” kata departemen tersebut.

“Australia sangat menentang tindakan apa pun yang meningkatkan risiko insiden, kesalahan perhitungan, atau eskalasi. Perbedaan harus dikelola melalui dialog, bukan penggunaan kekerasan atau paksaan," imbuhnya, seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (1/1/2026).

“Australia menentang tindakan sepihak apa pun untuk mengubah status quo di Selat Taiwan. Perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan kita semua. Para pejabat Australia telah menyampaikan kekhawatiran kepada rekan-rekan mereka dari China," papar DFAT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
NHM Raih PROPER Biru...
NHM Raih PROPER Biru KLHK, Tegaskan Komitmen terhadap Pengelolaan Lingkungan yang Taat dan Berkelanjutan
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved