Akankah China Menyelamatkan Venezuela?

Sabtu, 27 Desember 2025 - 16:25 WIB
loading...
Akankah China Menyelamatkan...
Akankah China menyelamatkan Venezuela. Foto/X/@_Syed_Husain_
A A A
WASHINGTON - Saat Venezuela dan Amerika Serikat berada di ambang perang, China telah vokal dalam mengecam tindakan AS. Dalam pandangan Beijing, eskalasi Washington – yang mencakup penyitaan kapal tanker minyak Venezuela, penyerangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, dan pemberlakuan blokade di lepas pantai Venezuela – adalah contoh klasik unilateralisme Amerika, yang melanggar kedaulatan negara lain dan melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selama panggilan telepon pada 17 Desember dengan Menteri Luar Negeri Venezuela, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyuarakan penentangannya terhadap "intimidasi unilateral" AS dan menyatakan dukungannya terhadap hak Venezuela untuk "mempertahankan kedaulatan dan martabat nasionalnya".

"Namun, Beijing gagal menawarkan apa pun kepada Caracas selain retorika. China jelas waspada terhadap jebakan geopolitik dan ketidakaktifannya menunjukkan keterbatasan pengaruhnya di Amerika Latin," kata Yang Xiaotong, peneliti Horizon Insights Centre, dilansir Al Jazeera.

Akankah China Menyelamatkan Venezuela?

1. Keterlibatan dengan Amerika Latin

Selama lebih dari dua dekade, China telah berupaya memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara Amerika Latin. Akibatnya, saat ini China adalah mitra dagang utama Amerika Selatan; China juga merupakan mitra dagang terbesar kedua Meksiko, salah satu sekutu terdekat AS di kawasan tersebut.

Keterlibatan China dengan negara-negara Amerika Latin didorong oleh tingginya tingkat komplementaritas antara ekonomi mereka. Barang-barang pertanian – terutama kedelai dari Brasil, Argentina, dan Uruguay – telah meningkatkan ketahanan pangan China, terutama selama perang dagang dengan AS. Sementara itu, mineral seperti lithium karbonat dari Chili, Argentina, dan Bolivia telah menjadi sangat penting bagi industri kendaraan listrik (EV) China yang berkembang pesat.

"Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor EV China ke Amerika Latin telah melonjak, tumbuh sebesar 55 persen hanya pada tahun 2023. Kawasan ini tidak hanya meringankan masalah kelebihan kapasitas China, tetapi juga menawarkan pasar bagi teknologi telekomunikasi China, seperti 5G Huawei – yang telah lama ditolak oleh negara-negara Barat. Saat ini, peralatan 5G Huawei hadir di sebagian besar negara Amerika Latin," kata Yang.

Baca Juga: 11 Miliarder Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya Tak Punya Rumah karena Selalu Berkeliling Dunia

2. AS Takut dengan Pengaruh China

AS, yang secara tradisional memandang Amerika Latin sebagai halaman belakangnya, secara alami curiga dan bermusuhan terhadap pengaruh China yang semakin meningkat di kawasan tersebut. Pada bulan Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio – seorang yang vokal menentang China dan sebelumnya menyebut Partai Komunis China sebagai "rezim jahat dan genosida" – memulai serangan diplomatik di seluruh kawasan tersebut. Dengan menyatakan bahwa ia sedang dalam misi untuk "melawan pengaruh [PKC] di Belahan Barat", ia berupaya membujuk beberapa negara Amerika Latin untuk mengurangi hubungan dengan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Rusia Hancurkan Kapal...
Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
HYBE Umumkan Girl Group...
HYBE Umumkan Girl Group Baru Tuide, Siap Debut Akhir 2026
KPK Tangkap Bupati Lombok...
KPK Tangkap Bupati Lombok Barat
Berita Terkini
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved